Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 10:35 WIB
Nihil Emas di Olimpiade, Ini Kata Anas Urbaningrum
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Minggu, 5 Agustus 2012 | 06:11 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP/YURI CORTEZ Lifter Indonesia, Triyatno, dengan bangga memperlihatkan medali perak yang diraihnya di Olimpiade London 2012, Selasa (31/7/2012). Dia berada di peringkat kedua kelas 69 Kg dalam pertandingan yang berlangsung di The Excel Centre, London.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesta Olimpiade yang dihelat di London, Inggris, menorehkan tinta buruk bagi Indonesia. Dari cabang olahraga yang dipertandingkan, tim Merah putih tidak berhasil meraih satu pun medali emas. Perolehan medali hanya disumbangkan cabang olahraga angkat besi, sementara cabang olahraga favorit seperti bulu tangkis malah gagal mempertahankan tradisi.

Hal tersebut menarik beragam komentar. Salah satunya Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Anas mengungkapkan, dirinya tetap mengapresiasi atlet yang telah bekerja keras demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Namun, apa mau dikata, rekor buruk yang dialami Indonesia tetap terjadi.

"Kita apresiasi atlet kita yang sudah bekerja keras, kita apresiasi juga altet yang dapat medali terutama angkat besi. Bulu tangkis kita berharap dapat emas mempertahankan tradisi, tapi nasib baik belum bersama mereka," ujarnya usai acara buka puasa bersama di kediaman Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf di Jl. Batu Sari I, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2012).

Anas melanjutkan, dirinya tak menyalahkan pihak manapun atas rekor buruk tim Garuda di Olimpiade. Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak mencari-cari kesalahan atau kambing hitam. Ia mengajak, kekalahan Indonesia tahun ini menjadi pelecut semangat untuk memotivasi di kompetisi mendatang.

"Kami berharap ini menjadi bahan evaluasi dan untuk olimpiade difokuskan ke cabang-cabang tertentu untuk yang berpotensi mendapatkan medali," lanjutnya.

Sebelumnya, cerita kegagalan muncul dari bulu tangkis ganda campuran. Kekalahan peringkat empat dunia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir oleh pasangan China peringkat dua dunia Xu Chen/Ma Jin, 23-21, 18-21, 13-21, pada semifinal memupus harapan Indonesia untuk meraih medali emas di Olimpiade London 2012.

Kontingen Indonesia memastikan medali pertama di ajang Olimpiade London 2012 dari cabang angkat besi. Lifter putra Eko Yuli Irawan berhasil menyumbangkan medali perunggu setelah menempati peringkat ketiga pada lomba di kelas 62 kg.

Selain Eko, Triyatno juga berhasil meraih medali perak dalam perlombaan angkat besi kelas 69 kilogram putra. Triyatno mampu menduduki peringkat kedua klasemen setelah membukukan total angkatan seberat 333 kg.

Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo