Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 00:03 WIB
Biaya Olimpiade Selalu Membengkak
Penulis : Anastasia Joice | Rabu, 1 Agustus 2012 | 17:54 WIB
Dibaca:
|
Share:
Inhabitat Lapisan kulit kayu dari Pohon Aras dibuat berlubang-lubang untuk mengundang aliran udara sejuk menerpa interior. Aliran udara mengaliri 6000 tempat duduk dan melalui atapnya, menghadirkan udara segar dan dingin.

LONDON, KOMPAS.com - Berapa dana yang diperlukan untuk menyelenggarakan hajatan olahraga terbesar di jagad ini ? Biasanya, kota yang menjadi tuan rumah sering mengecilkan anggaran. Ketika olimpiade dilaksanakan, selalu anggaran membengkak menjadi berlipat ganda.

Olimpade Beijing 2008, dianggarkan menghabiskan dana sebesar 1,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 15,1 triliun. Angka ini setara dengan pengeluaran masyarakat Indonesia dalam berwisata dalam satu tahun menurut data dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Nyatanya, biaya penyelenggaran Olimpiade Beijing melonjak menjadi 40 miliar dollar AS menurut ekonom Brad Humphreys, seorang ahli ekonomi sport pada Universitas Alberta.

Beijing seolah mengulang sejarah Athena. Biaya olimpiade 2004 diperkirakan hanya 1,6 miliar dollar AS tetapi melonjak 10 kali lipat. Beberapa ekonom berpendapat bengkaknya biaya ini juga menjadi salah satu penyebab krisis utang di Yunani sekarang ini.

Olimpiade London juga mengulang kejadian itu. Pada tahun 2005 Pemerintah Inggris berjanji bahwa hajatan ini hanya akan menelan biaya 2,4 miliar poundsterling atau Rp 35,6 triliun. Tetapi angka itu membengkak menjadi 9,3 miliar poundsterling pada 2007. Komite Akuntan Publik memperkirakan biaya akan mencapai 11 miliar poundsterling.

Mengapa biaya membengkak ? Selain pembangunan infrastruktur publik seperti jalan dan jaringan kereta api, IOC rupanya mendesak agar tuan rumah membangun lebih banyak lagi stadium baru dan venue. London telah memiliki stadium besar untuk sepak bola seperti Wembley, stadion rugby Twickenham dan stadion kriket Lord's. Tetapi tampaknya stadion ini tidak mencukupi dan venue-venue baru harus dibuat menurut kesepakatan antara IOC dengan kota tuan rumah.

Isu keamanan juga menjadi perhatian, terutama setelah kejadian 11 September. Untuk mencegah terjadinya kemungkinan sabotase oleh teroris, pada Olimpiade London diturunkan 13.500 tentara, 4.000 di antaranya pernah ditugaskan di Afganistan. Sebuah kapal pengangkut pesawat juga berlabuh di Thames. Tidak hanya itu, sistem misil darat ke udara juga disiapkan. Sejatinya, London tidak pernah menurunkan tentara dan petugas keamanan sebanyak ini sejak Perang Dunia Kedua. Logog, telah memutuskan untuk menerjunkan 23.700 pasukan pengaman, jauh di atas perkiraan sebelumnya sebanyak 10.000. Walhasil, anggaran keamanan berlipat dari 282 juta menjadi 533 juta poundsterling.

Kembali ke tahun 2002, analis pemerintah mengatakan bahwa olimpiade tidak akan memberikan keuntungan banyak. Proposal setebal 250 halaman itu memperkirakan biaya akan mencapai 15 miliar poundsterling. Laporan itu juga menyatakan tidak ada pengaruh signifikan terhadap perekonomian secara umum. Kalaupun ada, sangat kecil, seperti meningkatnya industri pariwisata. Kesimpulannya, jika London berhasil menjadi tuan rumah, motivasi utamanya adalah perayaan nasional, karena dampak ekonominya sangat kecil.

Mantan Perdana Menteri Tony Blair mengatakan, hajatan ini akan memberikan keuntungan bagi semua pihak. Perdana Menteri Inggris David Cameron membuat klaim yang tidak mendasar dengan menyatakan olimpiade akan meningkatkan perekonomian Inggris senilai 13 miliar poundsterling.

Salah satu pendukung Olimpiade London, Profesor Ricky Burdett menyatakan bahwa keuntungan tersebut harus dinilai dalam jangka panjang. Burdett menyatakan bahwa warisan untuk beberapa tempat yang paling kumuh di London akan menjustifikasi ongkos yang telah dikeluarkan. Dia memfokuskan pada Olympic Park yang akan diubah menjadi Queen Elizabeth Park pada tahun 2013 dan menyediakan 100 hektar. Ada stadion Olimpiade bernilai 570 juta poundsterling, 269 juta poundsterling Aquatic Center, velodrome bernilai 93 juta poundsterling dan kawasan serba guna yang disebut The Copper Box senilai 44 juta poundsterling.

Olympic Village juga akan diubah menjadi perumahan setelah pertandingan berakhir. Village itu bernilai 1,1 miliar poundsterling dan menyediakan akomodasi untuk 17.000 atlet dan petugas. Setelah mereka pergi, akan ada 2.818 rumah tersedia bagi warga London sebagai bagian dari warisan olimpiade. Sebuah konsorsium termasuk pemerintah Qatar, telah menandatangani kontrak senilai 557 juta poundsterling untuk memiliki dan mengelola perkampungan itu.

Sumber :
RTR
Editor :
Rusdi Amral