KompasOtomotif — Lewis Hamilton tidak terima kritik dari Sebastian Vettel terkait aksi menyalip, padahal posisi pebalap McLaren tersebut sudah di overlap. Kubu McLaren coba membela Hamilton dan mengatakan bahwa kita tentu tidak sering melihat mobil mencoba menyalip pebalap kedua dengan tujuan agar bisa kembali ke depan, dalam sebuah balapan.
"Itulah usaha yang dilakukan Lewis Hamilton di GP F1 Jerman di Hockenheim, sebagai salah satu bentuk kemarahan, sehingga ia bertemu Sebastian Vettel," bela McLaren.
Dalam balapan seri ke-10, Hamilton betul-betul jengkel karena baru dua lap, ban kiri belakangnya pecah. Start dari urutan kedelapan, ditambah kejadian tadi, membuat posisinya melorot di urutan ke-18.
"Tindakannya (menyalip) bukan tindakan baik. Agak bodoh jadinya, mengganggu pebalap di depan. Sementara itu, posisinya berada di bawah sehingga saya tak melihatnya," ungkap Vettel.
Kubu McLaren kembali membela pebalapnya yang disampaikan pemimpin tim, Martin Whitmarsh. "Pebalap ya membalap. Jika itu disebut tindakan bodoh, aku tidak tahu soal itu. Dia lebih cepat, dan ia pun menyalip (Vettel), lalu menarik diri. Jadi, saya tidak mengerti di mana letak kebodohan dalam hal itu," sebut Martin kepada wartawan.
Hamilton tidak menanggapi serius ocehan seterunya. "Apa yang dia katakan itu tidak terlalu mengganggu saya. Sikap tersebut menunjukkan tingkat kedewasaannya," sindir juara dunia 2008 itu.
Kepada koran Inggris, Daily Mirror, Hamilton mengatakan bahwa dia tak pernah menyerah, dan tidak mau di berada belakang serta membiarkan semua orang melewatinya, ketika mobilnya bisa cepat dan bisa melewati pebalap di depannya.