Mayer dan Kohlschreiber Akhiri Penantian 15 Tahun Jerman
- Selasa, 3 Juli 2012 | 23:30 WIB
LONDON, Kompas.com - Penantian panjang Jerman selama 15 tahun untuk melihat dua petenis putranya tampil di babak perempat final sebuah grand slam, akhirnya terwujud. Mimpi selama satu setengah dekade itu menjadi nyata, setelah Florian Mayer dan Philipp Kohlschreiber berhasil melewati rintangan di babak keempat Wimbledon, Selasa (3/7/2012).
Mayer, peringkat 29 dunia, mengalahkan petenis Perancis, Richard Gasquet, dengan 6-3, 6-1, 3-6, 6-2. Sementara itu Kohlschreiber, peringkat 30, menang 6-1, 7-6 (7/4), 6-3 atas pemain kualifikasi dari Amerika, Brian Baker.
Tak cuma itu. Dengan keberhasilan ini, maka peluang petenis putra Jerman untuk tampil di Olimpiade London semakin terbuka lebar, meskipun aturan Federasi Olahraga Olimpiade Jerman (DOSB) menyebutkan bahwa hanya pemain yang masuk posisi 24 besar yang mendapatkan tiket ke sana.
Pasalnya, setelah terjadi diskusi yang cukup panjang pekan lalu, Kohlschreiber termasuk atlit yang masuk daftar untuk tampil di event bergengsi tersebut, meskipun diakuinya, sampai sekarang dirinya masih menunggu konfirmasi. Sedangkan Mayer sebaliknya, dia tak tertarik untuk ambil bagian, karena lebih suka mempersiapkan diri menghadapi Grand Slam AS Terbuka, yang menjadi grand slam terakhir sebuah musim.
"Itulah keputusanku. Saya tahu, ini mungkin keputusan yang sulit untuk dipahami," ujar Mayer, yang untuk kedua kalinya mencapai babak delapan besar Wimbledon.
"Ini menjadi kesempatan yang bagus untuk meraih poin sebanyak mungkin, tetapi kami memiliki jadwal yang sulit. Saya harus bermain di Jerman Terbuka di lapangan tanah liat Hamburg. Kemudian, setelah Olimpiade, kami harus tampil di dua Masters Series (di Amerika Serikat).
"Saya tahu dengan kondisi tubuhku. Saya tidak bisa bermain lima pekan secara beruntun. Itulah mengapa saya mengambil keputusan ini."
Sementara itu Kohlschreiber, yang untuk pertama kalinya menembus perempat final grand slam dari 33 kali keikutsertaannya, merasa optimistis akan tampil di Olimpiade. Meskipun standard negaranya tinggi, tetapi peluangnya besar, dan dalam waktu dekat dirinya akan mendapatkan kepastian untuk ke London.
"Saya pikir besok akan menjadi keputusan final, dan hampir dikonfirmasi. Tetapi saat ini saya tidak berpikir tentang Olimpiade, karena itu tak lagi dalam jangkauanku. Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin bermain.
"Tentu saja saya juga memberikan tekanan yang besar kepada mereka karena saya melakukan dengan baik di sini, sekarang."
Dua petenis terakhir dari Jerman, yang menembus babak perempat final sebuah grand slam, adalah Nicolas Keifer, dan Michael Stich, di Wimbledon 2007. Tommy Haas menjadi petenis terakhir dari Jerman yang menembus perempat final Wimbledon pada 2009.
Wimbledon