AFP/PATRICK HERTZOG
ilustrasi bola
KENDARI, Kompas.com - Wasit sepak bola putri Sulawesi Tenggara Syamkarya Nugraha (34) dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara karena dipukul saat memimpin pertandingan futsal.
Sekretaris PSSI Sultra Elvis Basri Uno di Kendari, Kamis, mengatakan insiden pemukulan wasit berawal dari keputusannya menghukum kartu merah terhadap pemain bernama Ari (20).
Ari tidak menerima hukuman tersebut hingga berakhir dengan terjadinya aksi pemukulan. "Korban menjalani perawatan intensif di rumah sakit Bhayangkara Polda Sultra dengan keluhan pusing-pusing dan muntah-muntah," kata Elvis.
PSSI menindaklanjuti peristwa pemukulan wasit dengan melaporkan kepada PSSI Pusat agar diproses sesuai aturan organisasi, katanya.
Juga korban didampingi keluarga sudah melaporkan tindakan pemukulan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Panitia pelaksana pertandingan futsal memperebutkan Piala Gubernur Sultra, Jonathan (43) mengatakan hukuman kartu merah yang dijatuhkan wasit setimpal dengan pelanggaran pelaku. "Keputusan wasit sesuai kadar pelanggaran. Kalau toh keberatan dengan keputusan wasit ada mekanisme bukan dengan tindakan anarkis," kata Jonathan.
Kompetisi futsal yang dibagi empat zona dalam wilayah Kota Kendari diikuti 312 klub.

