Manny Pacquiao (kanan) hadapi Timothy Bradley
WASHINGTON, Kompas.com - Kekalahan kontroversial Manny Pacquiao dari petinju AS, Timothy Bradley mendorong dua senator negara tersebut mengajukan rancangan undang-undang yang memungkinkan dibentuknya komisi tinju nasional.
Adalah senator Republik asal Arizona, John Mccain -yang pernah menjadi petinju saat bertugas di angkatan laut-, serta senator Demokrat asal Nevada, Harry Reid -mantan petinju kelas menengah- yang mengajukan rancangan undang-undang tersebut.
Komisi tinju nasional ini akan bertugas bersama komisi tinju lokal, petinju-petinju, promotor manajer mau pun badan-badan tinju dunia yang berkepentingan.
McCain mengatakan bahwa hasil pertarungan tinju pada 9 Juni lalu antara Manny Pacquiao dan Timothy Bradley dalam perebutan gelar juara kelas welter merupakan contoh terbaru yang akan membuat kepercayaan penggemar terhadap integritas olah raga ini semakin merosot.
Kemenangan Timothy Bradley atas Pacquiao dalam pertarungan di MGM Grand Arena, Las Vegas tersebut dianggap kontroversial. Hakim Jerry Roth memberi kemenangan buat Pacquiao 115-113, namun dua hakim lainnya, CJ Ross dan Duane Ford memberi kemenangan kepada Bradley dengan skor yang sama 115-113.
Menurut senator McCain, tinju pro merupakan satu-satunya olah raga di Amerika Serikat yang tidak ditangani oleh badan terpusat dan kuat. Saat ini setiap negara bagian memiliki sendiri komisi tinju yang memiliki wewenang memilih petugas pertarungan mau pun menetapkan peraturan.
Berdasar rancangan undang-undang yang baru, semua wasit dan hakim yang bertugas dalam pertandingan tinju profesioanl yang berlangsung minimal 10 ronde harus ditentukan oleh komisi tinju nasional.
Sementara lembaga-lembaga tinju dunia seperti WBA, WBC, IBF atau pun WBO dapat mengajukan nama wasit dan hakim yang bertugas, namun penentuan nama akhir berada di tangan komisi tinju nasional.
Beberapa waktu terakhir, dunia tinju Amerika memang tercoerng beberapa keputsuan kontroversial. tercatat hasil kontroversial terjadi saat Floyd mayweather Jr bertemu Victor Ortiz, Amir Khan dan Lamont peterson mau pun Bernard Hopkins dan Chad Dawson pertama.

