Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 18:12 WIB
Grand Slam Perancis Terbuka
Djokovic: Yang Lebih Baik Pantas Menang
Senin, 11 Juni 2012 | 21:44 WIB
|
Share:
AFP Petenis Serbia, Novak Djokovic, tampak lesu usai dikalahkan Rafael Nadal di final Perancis Terbuka, Senin (11/6/2012).

PARIS, Kompas.com - Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, kecewa dengan kegagalannya merengkuh gelar juara Perancis Terbuka, Senin (11/6/2012). Pasalnya, tekad untuk mengakhiri penantian menjadi juara di Roland Garros serta membuat sejarah di grand slam lapangan tanah liat ini tak bisa terwujud.

Dalam laga final yang sempat tertunda sehari akibat hujan, Djokovic kalah 4-6, 3-6, 6-2, 5-7 dari petenis nomor dua dunia asal Spanyol, Rafael Nadal. Meskipun demikian, petenis Serbia ini mengakui bahwa pemain yang lebih baik yang pantas menjadi juara.

Pemain yang lebih baik jadi juara hari ini, sehingga selamat. Dia sesungguhnya pemain terbaik di dunia dalam sejarah lapangan tanah liat, dan semua hasil memperlihatkan bahwa dia adalah salah satu petenis terbaik.
-- Novak Djokovic

"Pemain yang lebih baik menjadi juara hari ini, sehingga selamat untuk itu," ujar Djokovic, yang menolak menjadikan hujan sebagai alasan karena dengan penundaan sehari maka kondisi Nadal pulih kembali.

"Dia sesungguhnya pemain terbaik di dunia dalam sejarah lapangan tanah liat, dan semua hasil sudah memperlihatkan bahwa dia adalah salah satu petenis terbaik yang pernah memainkan pertandingan ini, dan dia baru 26 tahun," tambah Djokovic.

Memang, dengan kemenangan ini maka Nadal membuat sejarah sebagai satu-satunya petenis yang juara tujuh kali di Roland Garros. "Raja lapangan tanah liat" ini mengalahkan rekor petenis legendaris Swedia, Bjorn Borg.

"Semoga kami bisa bertarung di beberapa pertandingan lagi," tambah Djokovic, yang kini berusia 25 tahun.

Dengan kegagalan ini, Djokovic gagal menyamai prestasi Don Budge (1938) dan Rod Laver (1962 dan 1969), yang juara empat grand slam secara beruntun. Tetapi menurut Djokovic, dirinya tak memikirkan rekor itu. "Kekecewaan saya karena kalah dalam pertandingan ini."

 

Sumber :
AFP
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo