Sabtu, 1 November 2014

News / Olahraga

MotoGP

Aturan "Rookie" MotoGP Bakal Dihapus?

Minggu, 10 Juni 2012 | 06:20 WIB

KOMPAS.com - Honda di ambang kemenangan untuk menghapus aturan rookie di MotoGP. Jika perjuangannya berhasil, maka tim Jepang ini tak perlu berpikir keras untuk mencari pengganti Casey Stoner, karena musim depan Marc Marquez bisa langsung bergabung dengan tim pabrik.

Aturan rookie ini diperkenalkan pada 2010. Dikatakan bahwa seorang pendatang baru di kelas premier ini harus lebih dulu bergabung dengan sebuah tim satelit, sebelum pindah ke tim pabrik. Hal tersebut dilakukan untuk membantu tim-tim satelit mendapatkan sponsor, dengan menggaet nama-nama besar di arena balap motor.

Ben Spies dan almarhum Marco Simoncelli menjadi "korban" aturan ini. Dalam debutnya di MotoGP pada 2010, Spies harus lebih dulu memperkuat Yamaha Tech 3, sedangkan Simoncelli bergabung dengan Gresini Honda.

Nah, aturan tersebut tampaknya akan segera dihapus, setelah Honda melakukan lobi dengan Dorna selaku pemegang hak MotoGP. Apalagi, keinginan tersebut mendapat dukungan dari Yamaha dan Ducati, pada awal musim 2012 ini.

Proposal tersebut dibikin menyusul keputusan mengejutkan dari Stoner, yang akan pensiun pada akhir musim 2012. Tentu saja apa yang dilakukan juara dunia 2007 dan 2011 tersebut membuat HRC bingung, meskipun mereka sudah mengincar pebalap berbakat asal Spanyol yang kini masih berkompetisi di Moto2, Marquez, untuk jadi tandem Dani Pedrosa.

Sejumlah sumber mengklaim, bos Dorna Carmelo Ezpeleta, masih sedang memikirkan hal tersebut meskipun dia masih ingin mempertahankan aturan tersebut.

Bos HRC, Livio Suppo, mengatakan: "Tak ada yang bisa dilakukan dengan keputusan Casey untuk pensiun, tetapi kami sepenuhnya memahami itu, tentang aturan rookie dari Dorna. Dari sudut pandang pabrik, dan tidak hanya untuk Honda, situasinya benar-benar berlawanan.

"Dengan aturan ini, jika anda menyukai seorang pebalap muda, maka anda harus mendukungnya di sebuah tim satelit dan ini berarti dengan gaji atau motor, yang mana harus menjalankan dua motor pabrik. Ini artinya sebuah pembengkakan biaya, padahal semua orang berusaha untuk memangkasnya.

"Saya kira kami masih berpikir lagi tentang ini, dan saya berharap hal itu dipertimbangkan kembali. Bukan karena Marc, tetapi apa yang terjadi di masa lalu dengan Marco dan Ben tidak mungkin dilakukan dalam situasi ekonomi seperti sekarang.

"Tak masalah jika anda memiliki tiga pebalap pabrik dengan warna berbeda. Yang jadi masalah adalah bayarannya."

Proposal tentang penghapusan aturan rookie ini juga mendapat sambutan positif dari bos satelit Honda, Lucio Cecchinello dan Fausto Gresini. Menurut MCN, dua orang itu sadar bahwa mereka mengambil risiko besar ketika mengontrak Marquez karena durasi kontrak yang panjang akan sia-sia.

"Jika Marquez berada di sayap Honda dan Repsol, dan dia harus pergi, katakan ke Gresini pada tahun depan dan kemudian ke tim pabrik pada 2014, apakah Fausto harus memutus semua sponsor dan pendukungnya hanya untuk mendapatkan Marquez selama satu tahun, dan kemudian apa yang harus dilakukan selanjutnya? Ini (aturan rookie) harus dipikirkan lagi," ujar Cecchinello kepada MCN.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: