Etape kedua merentang 124,5 kilometer dari Kabupaten Sijunjung hingga Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (5/6). Ini adalah etape yang berat, menawarkan lintasan mendaki, menurun, dan berliku.
Selain hasil keseluruhan, etape itu juga melombakan dua sprint (intermediate sprint/IS) dan satu pacuan tanjakan. Rombongan 123 pebalap dari 18 negara yang memperkuat 25 tim mulai terlihat pecah di 20 kilometer menjelang perebutan IS pertama.
Di daerah Lintau Buo, 13 pebalap langsung menyerang. Mereka antara lain Yasuharu Nakajima, rekan Ito di tim Aisan Racing, Heksa Priya Prasetya dari tim Colossi Miche, Loh Sea Keong dari OCBC Singapore Continental, Julien Liponne dari Reine Blanche, serta Dani Lesmana dari Polygon Sweet Nice.
Ke-13 pebalap terdepan itu terus memimpin hingga melewati perebutan nomor tanjakan di kilometer ke-50. Mereka juga masih yang terdepan hingga
Namun, saat memutari Payakumbuh, rombongan besar berhasil menangkap mereka. ”Sejak itu, para pebalap terus saling menyerang,” ujar Ito yang memilih bertahan di rombongan besar.
Bagi Ito, kerja sama tim lebih baik agar hasil maksimal. Dengan menempatkan Nakajima di grup terdepan, Ito dan rekan-rekan setim memilih bertahan di rombongan besar untuk mengontrol para seteru. Dengan cara itu, Aisan Racing sukses mengantarkan Ito memenangi etape dengan waktu 4 jam, 59 menit, 50 detik.
”Strategi tim seperti ini lebih baik untuk mempertahankan kaus kuning,” ujar Ito.
Satu pebalap Indonesia, Heksa Priya Prasetya, yang terdaftar bersama tim Australia, Antangin Eddy Hollands, akhirnya diperkenankan ikut berlomba.
Sebelumnya, ia dilarang membalap. Sebab, panel komiser menilai Heksa yang pebalap Indonesia tak bisa bergabung dengan tim asing karena keterbatasan tingkat status klub Australia itu.
Karena statusnya, tim Australia tak bisa menurunkan pebalap dari campuran sejumlah negara. Akhirnya, ujar Puspita Mustika Adya, Manajer Antangin Eddy Hollands, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) ikut turun tangan sebelum bendera start etape pertama dikibarkan.
”PB ISSI membuat pernyataan, Heksa adalah pebalap Indonesia yang turun bersama tim Indonesia, bukan tim Australia. Akhirnya Heksa boleh membalap,” ujar Puspita. Heksa pun membalap bersama tim Indonesia, Colossi Miche.
Colossi Miche juga terbentur aturan yang sama, padahal sudah diperkuat tiga pebalap Indonesia, satu pebalap Australia, dan dua pebalap Selandia Baru. Heksa pun bergabung sebagai ganti tiga pebalap asing itu.
