Minggu, 6 Mei 2012

News

Medina Juga Gagal

  • Penulis :
  • Khaerudin
  • Minggu, 6 Mei 2012 | 19:10 WIB
Medina Warda Aulia, siswi SMP yang baru memenangi dua gelar di kejuaraan catur antarpelajar internasional di Singapura. Gelar master pun dikantonginya. | Indra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com- Pecatur putri Indonesia yang diharapkan kembali membuat kejutan pada babak kedua Asian Continental Chess Championship mulai menghadapi tantangan yang terjal. Medina Warda Aulia, pecatur putri muda Indonesia yang diproyeksikan meraih gelar Grand Master Women, harus kalah pada hari kedua turnamen yang digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam, Minggu (6/5/2012).

Dia biasanya selalu ingin unggul tipis tapi pelan. Ini dia malah buru-buru ingin menjerat benteng lawannya. Tapi tadi terburu-buru ingin menang.

Wartawan Kompas Khaerudin melaporkan dari Ho Chi Minh City, Vietnam, Medina kalah dari pecatur India, Eesha Karavade karena kurang hati-hati.

Medina yang memegang buah putih pada langkah ke-26 mengarahkan gajahnya ke b4. Ini blunder, karena kalau gajahnya ke b6, Medina sebenarnya bisa unggul satu pion dan tetap pada posisi mencengkeram lawannya. Dengan mengarahkan gajahnya ke b4, Medina tidak jadi unggul satu pion. Justru lawannya balik menekan posisi Medina.

Usai pertandingan, Medina mengaku salah langkah karena ingin memakan benteng lawannya. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem mengaku agak terkejut dengan perubahan gaya Medina.

"Dia biasanya selalu ingin unggul tipis tapi pelan. Ini dia malah buru-buru ingin menjerat benteng lawannya. Padahal kalau tadi enggak salah langkah, tetap mengarahkan gajahnya ke b6, benteng lawan memang tak termakan. Tetapi bakal dimundurkan," kata Kristianus.

Dia mengingatkan Medina agar tak cukup puas dengan kemenangan yang diraih di hari pertama. Medina saat itu mengalahkan Grand Master Women asal China, Guo Qi. "Mungkin ada faktor terlalu percaya diri," katanya.

Medina merupakan pecatur putri berusia muda yang diplot PB Percasi untuk meraih gelar Grand Master Women pada tahun ini. Jika berhasil meraih gelar Grand Master Women tahun ini, Medina menjadi pecatur putri Indonesia kedua yang meraih gelar ini setelah Irene Kharisma Sukandar. Bahkan Medina bisa memecahkan rekor Irene karena meraihnya di usia lebih muda.

Irene, pecatur putri Indonesia pertama yang meraih gelar Grand Master Women. Dia meraihnya di usia 16 tahun.

Editor : Marcus Suprihadi