AFP/SIMIN WANG
Petinju Indonesia, Chris John (kanan), melepaskan pukulan ke arah petinju Jepang, Shoji Kimora, dalam duel di Singapura, Sabtu (5/5/12). Chris John menang angka mutlak.
SINGAPURA, KOMPAS.com — Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA, Chris John, mengaku kesulitan melancarkan pukulan saat menghadapi petinju Jepang, Shoji Kimora, di Marina Bay Sands, Singapura, Sabtu (5/5/2012).
"Pertahanan Kimora sangat rapat dan sering menunduk sehingga saya merasa kesulitan untuk mengeluarkan pukulan yang sudah disiapkan," kata Chris John seusai pertarungan.
Menurut petinju dengan julukan "The Dragon" tersebut, Kimora merupakan lawan terberat. "Dibandingkan petinju Jepang lainnya yang pernah saya hadapi, Kimora merupakan yang terberat," katanya.
Chris John berhasil menang dengan angka mutlak dari Kimora karena tiga juri, yaitu Francisco Martinez (Selandia Baru) memberikan angka 117-110, Pinit Prayadsab (Thailand) 118-109), dan Wan So Yuh (Korea) memberikan angka 118-109.
Berdasarkan hasil itu, Chris John mencatat kemenangan ke-16 selama memegang gelar juara dunia, sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003.
Ketika ditanya pengurangan satu nilai yang dilakukan wasit pada ronde kesembilan, ayah dua putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut mengatakan, dia tidak tahu karena hanya memukul pinggang lawan.
"Saya tidak tahu kenapa bisa seperti itu padahal saya hanya memukul pinggang Kimora," kata suami mantan atlet wushu Jawa Tengah, Anna Maria Megawati, tersebut.
Saat bertarung melawan Kimora, pelipis kanan Chris John sempat mengeluarkan darah terkena pukulan lawan Kimora.
Anna Maria Megawati mengaku khawatir dengan kondisi suaminya, terutama pada ronde ketujuh, karena Kimora beberapa kali melancarkan pukulan upper-cut.
"Tetapi saya menjadi lega setelah Chris John mampu mengatasi kondisi yang ada, dan setelah itu saya merasa lega," katanya.
Ia mengatakan, sebenarnya tipikal suaminya adalah petinju yang merasa kasihan kepada lawannya. Padahal dalam dunia bisnis, tidak bisa seperti itu.
Promotor tinju Chris John, Raja Sapta Oktohari, mengharapkan, pada masa mendatang, muncul "Chris John-Chris John" baru dengan catatan mendapat dukungan dari masyarakat dan perusahaan di Indonesia.
"Saya yakin, kalau perusahaan-perusahaan memiliki kepedulian terhadap olahraga, (dukungan mereka) tentunya akan melahirkan juara-juara dunia baru," katanya.

