SYDNEY, KOMPAS.com - Presiden Komite Olimpide Australia, John Coates, tetap mempertahankan pemilihan perenang Nick D'Arcy ke Olimpiade London, di tengah tuduhan adanya kesepakatan rahasia.
D'Arcy diharapkan dapat mempersembahkan medali dari nomer 200 meter gaya kupu-kupu, meski tidak bisa tampil di Olimpiade Beijing dan Kejuaraan Dunia di Roma 2009. Saat itu dia harus masuk penjara karena menyerang perenang Simon Cowley di sebuah bar di Sydney, bulan Maret 2008.
D'Arcy dihukum denda 370,000 dollar Amerika Serikat, tetapi dia mengaku bangkrut. Padahal Cowley yang harus menjalani operasi wajah, kepada koran lokal menuduh ada kesepakatan rahasia di otoritas renang Australia untuk memasukkan D'Arcy yang dinilainya bermasalah dalam etika.
"Tidak ada kesepakatan apa pun dengan siapa pun," ujar Presiden Asoiasi Renang Australia, David Urquhart, Sabtu (5/5/2012).
Coates menyatakan, Komite Seleksi Olimpiade Australia telah menerima pertimbangan hukum bahwa kebangkrutan D'Arcy tidak berarti dia tidak boleh ikut olimpiade.
"Kami puas bahwa dia mau belajar dan mengerti persyaratan standar yanng dibutuhkan untuk bergabung dalam tim kami," kata Coates.
D'Arcy terpilih untuk pertama kalinya tampil di olimpiade, setelah berlatih sejak Maret di Adelaide. Catatan waktu D'Arcy untuk nomor 200 meter gaya kupu-kupu 1 menit, 54,71 detik, tidak bisa disamai perenang Australia lainnya. Bahkan, catatan waktunya lebih baik dari pencapaian Michael Phelps, 1:55,43 menit. (AP/MBA)

