Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 13:25 WIB
PBSI Belum Tentukan Pemain yang ke Olimpiade
Penulis : Gatot Widakdo | Rabu, 2 Mei 2012 | 20:58 WIB
|
Share:
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pengurus Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah menetapkan jumlah pemain yang dikirim ke Olimpiade di London sebanyak sembilan atlet. Namun, nama-nama pemain yang diberangkatkan, PBSI belum bisa memastikan semuanya.

Berdasarkan kuota yang ditentukan dari peringkat dunia pemain per akhir bulan April 2012, Indonesia bisa mengirim maksimal sembilan pemain. Kesembilan pemain itu terdiri dari dua pemain tunggal putra, satu tunggal putri, satu ganda putra dan putri, serta satu ganda campuran.

Untuk tunggal putra, Indonesia bisa mengirim dua pemain, karena Simon Santoso dan Taufik Hidayat berada di peringkat 16 besar. Sementara untuk tunggal putri, jatah Indonesia cuma satu, karena tak ada dua pemain dalam peringkat 16 besar.

Peringkat tertinggi tunggal putri dipegang Maria Febe Kusumastuti yang berada di posisi 34 dunia. Sementara pada ganda putra, dan ganda campuran, Indonesia juga cuma dapat satu tempat, karena cuma ada satu tandem di posisi delapan besar. Demikian juga ganda putri, karena tak ada satu pasangan pun yang berada di posisi delapan besar.

Sesuai ketentuan kuota pengiriman, untuk sektor ganda, sebuah negara bisa mengirim dua pasang, jika ada dua tandem yang masuk dalam posisi delapan besar.

Di ganda putra, pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan berada di peringkat enam dunia. Sementara di ganda campuran, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menempati peringkat tiga besar. Adapun di ganda putri, peringkat tertinggi dipegang pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari di posisi sembilan.

"Yang sudah pasti memang sembilan. Tapi, kami masih menunggu pengumuman resmi dari BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia), Kamis (3/5/2012). Soal nama-nama yang dikirim memang belum kita pastikan walau kuotanya sudah jelas," tutur Sekretaris Jenderal PBSI Yacob Rusdianto, Rabu (2/5/2012) di Jakarta.

Yacob menambahkan, penentuan nama pemain akan dilakukan mendekati batas akhir, yakni 31 Mei 2012. Ini dilakukan, dengan pertimbangan kesiapan kondisi pemain. "Kami tidak ingin mengirim pemain yang tidak siap kondisinya. Jadi, sang pemain atau pelatih harus ikhlas juga jika harus diganti pemain lain yang lebih siap," kata Yacob.

Sesuai ketentuan BWF, setiap negara berhak menentukan dan mengganti pemain yang dikirim ke Olimpiade, sepanjang sesuai dengan kuota.

Sementara itu, Ketua Sub Bibidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata menyayangkan jika juara bertahan Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan absen pada Olimpiade London Juli mendatang. Keduanya, tidak bisa memastikan lolos karena berada di luar posisi delapan besar setelah membuang kesempatan meraih poin di kejuaraan Asia dan Super Series India Terbuka beberapa pekan lalu.

"Sayang saja pemain sekaliber Markis/Hendra absen. Padahal, olahragawan itu berkarier seumur hidup untuk bermain di Olimpiade. Main di Olimpiade saja adalah prestasi, apalagi dapat medali. Kecuali kalau tidak memungkinkan. Mereka sebenarnya punya peluang. Tapi, sayang dilewatkan," tuturnya.

Editor :
Nasru Alam Aziz