Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 06:01 WIB
Pukul Kaca, Tangan Cedera
Selasa, 1 Mei 2012 | 17:10 WIB
|
Share:

Amare Stoudemire

MIAMI, KOMPAS.com Forward New York Knicks, Amare Stoudemire, mendapat beberapa jahitan pada tangan kirinya setelah ia memukul kaca jendela menyusul kekalahan 94-104 dari Miami pada playoff NBA, Senin waktu setempat.
    
Sebagai hasil aksinya tersebut, status Stoudemire untuk sisa best of seven putaran pertama playoff Wilayah Barat menjadi tidak pasti. Ia meninggalkan arena dengan tangan kiri yang diperban dan disangga. "Saya saat ini begitu marah pada diri saya sendiri," tulis Stoudemire dalam akun Twitter-nya.
    
"Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar dan tim saya. Saya sama sekali tidak bangga terhadap tindakan tersebut, menjelang pertandingan kandang untuk awal yang baru."
    
Knicks akan menyambut kesempatan untuk memulai kembali semuanya. Mereka tertinggal 0-2 dari Knicks pada fase playoff ini, di mana pertandingan ketiga akan dilangsungkan pada Kamis di New York.
    
Stoudemire mencetak 18 poin pada Senin, melesakkan enam dari sembilan tembakan di dalam garis lemparan bebas, dan melakukan tujuh rebound. Namun, Knicks menderita kekalahan berturut-turut pada playoff ke-12 mereka dari beberapa musim untuk menyamai rekor kegagalan di NBA.
    
Para petugas keamanan menjaga agar media tidak mendekati Stoudemire saat ia hendak menaiki bus tim Knicks. Pernyataan tim menyebutkan bahwa status sang pemain akan dievaluasi sekali lagi saat tim kembali ke New York. Namun, rekan-rekan setim Stoudemire memberi kesan bahwa mereka sangat membutuhkan sang pemain.
    
"Saat ini kami hanya tahu bahwa ia terluka, dan ia kemungkinan akan absen," kata pemain Center, Tyson Chandler. "Tentu saja ini sulit. Amare adalah bagian penting dari tim ini. Tanpa dirinya, ini akan menjadi semakin sulit."
    
Chandler mengatakan bahwa dirinya tidak menyalahkan Stoudemire atas aksi bodoh tersebut yang telah melukai peluang tim. Namun, ia berharap dirinya dapat mengambil keputusan yang lebih baik saat suasana hatinya sedang tidak bagus.
    
"Itu berat," kata Chandler. "Emosimu memuncak. Keputusan dalam waktu singkat jelas dapat mengubah beberapa hal, dan Anda tidak dapat menyalahkan siapa pun."
    
"Amare adalah orang yang memiliki emosi tinggi saat itu. Satu keputusan cepat—membuat kesalahan, dan sekarang Anda harus berurusan dengan akibatnya."
    
Knicks kehilangan Iman Shumpret sampai akhir fase playoff karena cedera lutut yang didapat sang pemain pada Sabtu. "Kedua pemain tersebut keluar dari daftar pemain starter," kata Chandler. "Itu membuat hal ini semakin berat."
    
Bintang Knicks, Carmelo Anthony, menggelengkan kepalanya ketika ditanyai mengenai badai cedera yang menghantam Knicks, termasuk yang menimpa bintang Asia-Amerika, Jeremy Lin, pada putaran pertama playoff. "Ini adalah situasi yang sulit. Ini terlihat seperti selalu terjadi sesuatu," kata Anthony. "Menyulitkan. Namun, inilah yang terjadi. Kami harus tetap melangkah ke depan."

Anthony menginginkan Stoudemire untuk bergabung dengan dirinya di lini depan, ketika Knicks menghadapi bintang-bintang Miami, LeBron James, dan Chris Bosh. "Ia adalah salah satu kunci dari tim ini," kata Anthony. "Kami memerlukannya. Saya memerlukannya di sini. Saya perlu ia bertarung bersama saya."

Sumber :
ant, afp, aap
Editor :
A. Tjahjo Sasongko