Senin, 30 April 2012

News

Pelatih Brasil "Berkelahi" dengan "Ball-Boy"

  • Senin, 30 April 2012 | 16:03 WIB

PORTO ALEGRE, KOMPAS.com — Mantan pelatih timnas Brasil, Vanderlei Luxemburgo, terlibat pertengkaran dengan seorang ball-boy.

Pertengkaran terjadi dalam derbi Porto Alegre antara klub Gremio asuhan Vanderlei Luxemburgo dengan tuan rumah Internacional. Luxemburgo marah karena merasa sang "kacung bola" atau "anak gawang" (ball-boy) tersebut "membantu" Internacional dengan menempatkan bola di sudut sepak pojok di saat para pemain bertahan Gremio belum siap.

Tindakan Luxemburgo kontan memancing emosi kubu tuan rumah. Para pemain Internacional langsung merubung diikuti oleh polisi serta wartawan televisi dan radio.

Semua terjadi karena tensi pertandingan yang tinggi.

"Saya menyesali kejadian tersebut. Ini semua salah saya," kata Vanderlei Luxemburgo. "Semua terjadi karena tensi pertandingan yang tinggi."

Para pemain Internacional mendapat kesempatan membalas perlakuan Luxemburgo saat Fabricio mencetak gol kemenangan yang membuat mereka mengalahkan Gremio 2-1. Mereka merayakannya bersama si "kacung bola".

Suasana pertandingan sebelumnya memang sudah memanas dengan adanya tebaran garam di bangku pemain cadangan Gremio. Dalam kepercayaan tradisional Brasil, taburan garam merupakan pertanda sial.

Kejuaraan Gaucho merupakan turnamen pemanasan menjelang dimulainya kompetisi Brasil.

Editor : A. Tjahjo Sasongko

Berita Terkait