JAKARTA, KOMPAS.com - Bermain di kandang sendiri ternyata tak banyak membantu Indonesia Warriors untuk mengantongi kemenangan dalam kompetisi ASEAN Basketball League (ABL). Hal itu dibuktikan dengan rekor 3 kali kalah ketika bermain di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta.
Bahkan Mario Wusyang dan kawan-kawan hanya mengantongi satu kemenangan ketika bermain di Indonesia, itupun bukan bermain di Mahaka Square, melainkan di C'tra Arena, Bandung. Memory buruk tersebut akan coba dihapus oleh pasukan John Todd Purves ketika menjamu JobStreet.com Singapore Slingers pada Sabtu (25/02/2012) di Mahaka Square Kelapa Gading.
Pada partai ini, seperti biasa Warriors akan mengandalkan trio Jonathan Smith, Steven Thomas, dan pemain mungil Mario Wusyang. Ketiganya akan menjadi motor serangan utama untuk menggebrak barisan pertahan Slingers.
Namun Warriors mempunyai masalah pada timpangnya kualitas pemain cadangan. Tercatat bench Warriors hanya mencetak rata-rata 12 poin dalam dua pertandingan terakhir. Warirors hanya memiliki dua pemain cadangan yang dapat mengimbangi pemain inti Warriors yaitu Jerry Canada dan Joseph Salangsang. Canada pada musin ini rata-rata mencetak 7,6 poin per game, sedangkan Salangsang dalam dua partai awal Warriors berhasil mencetak rata-rata 11 poin per game.
Sementara itu Slingers datang ke Jakarta dengan modal yang kurang baik. Mereka hari Minggu lalu harus menyerah di kandang Westports Malaysia Dragons 71-86. Bahkan ketika itu pelatih Slingers, Neo Being Siang, sangat kecewa dengan kinerja timnya ketika dua pemain andalannya Louis Graham dan Donald Little harus keluar dari pertandingan karena foul out.
Selain itu masalah Slingers juga datang dari buruknya persentase tembakan mereka di kuarter pertama. Pada tiga pertandingan terakhir persentase mereka hanya mencapai 27 persen. Apalagi, dalam partai pertama ABL ini, ketika menjadi tuan rumah, Slingers ditaklukkan Warriors dengan 59-79.


China libas Thailand 3-0 dan maju ke final Piala Uber. Mereka bertemu juara bertahan Korea Selatan.