JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Afrika MTN-Qhubeka menargetkan mampu memenangi etape V yang merupakan etape pendakian ke Genting Highlands. Dengan memenangi etape, tim menargetkan mampu kuat di klasemen umum Le Tour de Langkawi (LTdL) 2012.
Dalam surat elektronik yang dikirimkan panitia penyelenggara LTdL 2012, Kamis (23/2/2012), pelatih tim MTN-Qhubeka, Carol Austin, mengatakan, balapan ini merupakan salah satu balapan yang disukai para pebalap spesialis tanjakan. "Kami menantikan penampilan tim kami di salah satu balapan yang luar biasa ini," ujar Carol.
Menurut Carol, tim MTN-Qhubeka memiliki sejumlah pebalap tanjakan yang bagus. "Janse van Rensberg, Niyonshuti, dan Van Niekerk merupakan pebalap dengan kemampuan mendaki yang bagus," ujar Carol. Ketiga pebalap itu sudah berlatih keras sejak dua bulan yang lalu. Sementara performa mereka saat ini cukup bagus.
"Tiga pebalap Eritria, Russom, Tewelde, dan Habetarium bergabung bersama kami pertengahan Januari lalu. Mereka dengan cepat mampu mengadopsi metode latihan teknologi tinggi kami," ujar Carol.
Bagi ketiga pebalap itu, LTdL 2012 akan menjadi ajang balapan internasional pertama di luar balapan di Afrika. "Mereka amat agresif dan bakal menakutkan bagi para pesaingnya," ujar Carol.
Sementara tim manajer, Kevin Campbell mengatakan, ia amat senang tim MTN-Qhubeka bisa membalap di LTdL.
"Para pebalap MTN-Qhubeka itu amat bertalenta, menarik, dan selalu ingin melakukan yang terbaik," ujar Campbell. Dalam gelaran LTdL 2012, tim Afrika itu akan bersaing, unjuk kemampuan bersama 21 tim lainnya dari Eropa, AS, dan Asia.

Ketum KONI Pusat, Tono Suratman, mengharapkan kegagalan tim Thomas dan Uber menjadi cambuk untuk lebih baik lagi di Olimpiade.