MAR DEL PLATA, KOMPAS.com — Komisi tinju Argentina mengabaikan ancaman sanksi WBC atas keributan yang terjadi seusai pertarungan tinju di Mar Del Plata, pekan lalu.
Penonton tinju di Club Once Unidos, Mar Del Plata, Argentina, mengamuk setelah petinju mereka, Luis Lazarte, kalah TKO saat menghadapi petinju Filipina, Joel Casimero, dalam perebutan juara dunia tinju kelas layang ringan IBF, Jumat pekan lalu.
Para penonton langsung naik ke atas ring dan mengejar orang-orang dari kubu petinju Filipina. Mereka memukuli kubu Casimero dengan tangan dan kursi serta melemparkan botol-botol minuman. Rekaman pertarungan memperlihatkan penonton bebas naik ke atas ring untuk mengejar kubu Casimero.
Reaksi terhadap peristiwa ini muncul dari Asosiasi Tinju Dunia (WBC). Badan tinju dunia ini meminta pihak berwenang Argentina menindak para pelaku tindak kekerasan yang mencoreng reputasi Argentina. WBC juga meminta semua yang terlibat dalam dunia tinju, seperti badan tinju dan promotor, memberi perhatian khusus terhadap keselamatan petinju di atas ring.
Namun, imbauan WBC ini ditanggapi sinis oleh badan tinju Argentina (FAB). Ketua FAB Osvaldo Bisbal mengatakan tidak akan ada pihak yang diberi sanksi terkait peristiwa kekerasan ini. "Siapa yang akan dihukum? Petinju? Promotor? Tidak akan ada seorang pun yang dihukum."
Bisbal juga mengaku tidak peduli apakah IBF akan memberi sanksi kepada pihaknya. "Kami akan menertawakan sanksi dari badan-badan tinju dunia. Mereka tidak punya kewenangan melakukan hal itu."


Pemain Jepang, Kenichi Tago, mengakui dirinya tetap mengidolakan Taufik Hidayat, yang dikalahkan di perempat final Piala Thomas.
