SHUTTERSTOCK
Olimpiade London 2012.
LAUSANNE, KOMPAS.com - Tokyo dan Doha mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Delegasi kedua kota tersebut telah menyerahkan dokumen ke kantor pusat Olimpiade Internasional dua hari sebelum batas maksimal penyerahan dokumen. Adapun penyerahan dokumen tersebut paling lambat pada hari Rabu esok (15/02/2012).
Tokyo yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 1964 akan kembali berusaha untuk kedua kalinya setelah gagal menjadi tuan rumah Olimpiade 2016. Tokyo sendiri ketika itu gagal bersaing dengan Rie de Janeiro yang dipilih oleh International Olympic Committee (IOC).
"Kami telah belajar dari kegagalan di kesempatan sebelumnya seperti peningkatan rencana-rencana teknis," ujar Tsunekazu Takeda, Presiden Komite Olimpiade Tokyo 2020.
Sementara itu Qatar yang akan berusaha membawa Olimpiade untuk pertama kalinya ke Timur Tengah juga pernah mendaftarakan dirinya sebagai tuan rumah olimpiade 2016. Sayangnya negara teluk tersebut gagal terpilih, bahkan dalam pemilihan tersebut Doha gagal mengikuti jejak Tokyo menjadi finalis dalam pemilihan olimpiade 2016.
Delegasi Doha dipimpin oleh wakil ketua Komite Olimpiade Doha 2020 Sheik Saoud bin Abdulrahman Al Thani dan termasuk dua atlet wanita.
"Berkas permohan kami berisi rencana-rencana yang kuat yang didasarkan tempat dan fasilitas yang banyak," Ujar Al Thani. "2020 adalah kesempatan bersejarah untuk menumbuhkan Olimpiade di tempat yang baru," tambahnya.
Selain dua kota tersebut, ada empat kota lagi yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah olimpiade 2020, yaitu Madrid, Istanbul, Roma dan Baku, Azerbaijan. Kota Madrid sendiri akan menyerahkan dokumen hari selasa nanti, sedangkan Istanbul akan menyerahkan di hari terakhir nanti. Sementara itu, Kota Roma masih menunggu keputusan dari pemerintah Italia menyusul krisis keuangan yang mendera Negeri Pizza tersebut.
IOC akan memutuskan nasib kota tersebut pada bulan Mei mendatang. IOC kemudian akan memilih kota tuan rumah 2020 pada pertemuan di Buenos Aires, Argentina, pada bulan September 2013.


Pemain Jepang, Kenichi Tago, mengakui dirinya tetap mengidolakan Taufik Hidayat, yang dikalahkan di perempat final Piala Thomas.
