KOMPAS/HELENA FRANSISCA NABABAN
Pebalap Heksa Priya Prasetya (tengah) menerima kaus tim Eddy Hollands Bicycle Services dari manajer asal klubnya M Ircham (kiri), Kamis (2/2/2012) di Jakarta. Heksa, pebalap asal tim Customs Cycling Club itu mendapat kesempatan berlatih bersama tim asing Eddy Hollands Bicycle Services di Perth, Australia selama tiga bulan. Heksa berkeinginan memajukan karir sebagai pebalap sepeda profesional. Bersama Eddy Hollands, Heksa akan mendapat kesempatan latihan dalam bentuk lomba-lomba profesional.
JAKARTA, KOMPAS.com — Pebalap sepeda dari tim Customs Cycling Club (CCC), Heksa Priya Prasetya, belum juga bisa berangkat ke Perth, Australia, untuk menjalani pelatihan bersama tim balap sepeda Eddy Hollands Bicycle Services (EHBS).
Penundaan terjadi menyusul belum keluarnya visa olahraga dari Kedutaan Besar Australia. ”Visa sudah diurus dari pekan lalu. Paling minggu depan baru beres visanya,” ujar manajer tim EHBS Indonesia, Puspita Mustika Adya, Jumat (10/2/2012).
Selain mengakibatkan Heksa belum bisa berangkat, belum beresnya visa juga membuat Heksa tidak bisa mengikuti lomba criterium pada 11-14 Februari dalam Perth Criterium Series.
”Tapi begitu selesai urusan visa, Heksa bisa langsung berangkat dan mengikuti lomba-lomba yang setiap pekan ada di Perth,” ujar Puspita.
Heksa merupakan satu dari empat pebalap sepeda Indonesia yang mendapat kesempatan berlatih bersama tim EHBS. Potensi dan bakat Heksa sudah dipantau tim yang tahun ini berencana meningkatkan kualitas tim sebagai tim kontinental itu sejak tahun lalu. Heksa pernah memperkuat tim EHBS dalam Tour de Brunei 2011.


Pemain Jepang, Kenichi Tago, mengakui dirinya tetap mengidolakan Taufik Hidayat, yang dikalahkan di perempat final Piala Thomas.
