Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 06:02 WIB
F1
Politisi Inggris Desak F1 Seri Bahrain Ditiadakan
Emilius Caesar Alexey | Robert Adhi Ksp | Jumat, 10 Februari 2012 | 11:08 WIB
|
Share:
AUTO TUNING

LONDON, KOMPAS.com — Sejumlah politisi Inggris meminta Federasi Otomotif Internasional atau FIA untuk meniadakan F1 seri Bahrain.

Permintaan itu didasarkan pada kondisi keamanan Bahrain yang tidak membaik dan kasus seorang lelaki Inggris yang dipotong jari-jarinya setelah diserang di kota Karranah, dekat ibu kota Manama.              

Para politisi yang tergabung dalam House of Lords menulis surat terbuka kepada koran The Times untuk menjelaskan pandangan mereka mengenai situasi di Bahrain. Para politisi itu antara lain adalah Lord Ahmad of Wimbledon, Lord Ahmed of Rotherham, Lord Alton, Lord Avebury, Baroness Falkner of Margravine, Lord Hylton, Caroline Lucas, dan Lord Boswell.                    

"Kami prihatin dengan keputusan untuk menggelar F1 di Bahrain pada April mendatang. Krisis politik yang berlanjut di Bahrain menjadi sumber kekacauan di wilayah Teluk dan langkah rekonsiliasi menuju Bahrain yang lebih demokratis juga sangat kurang," tulis para politisi itu, Kamis (9/2/2012) di London.                

Para politisi itu menyoroti terus terjadinya protes jalanan dan kekerasan yang menewaskan banyak penduduk sipil. Oleh karena itu, mereka memandang penyelenggaraan F1 di Bahrain tahun ini tidak tepat waktunya.                

Tahun lalu, FIA dan penyelenggara F1 membatalkan penyelenggaraan F1 seri Bahrain karena kondisi  keamanan yang tidak kondusif. Namun, di tahun ini, kedua lembaga itu bakal menggelar kembali F1 di negara pulau tersebut.

Bernie Ecclestone, pemegang hak komersial F1, mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari masalah di Bahrain. Masalah di Bahrain jauh lebih sedikit dibanding negara-negara lain yang sedang bermasalah di dunia ini.

Sumber :
autosport