Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 20:00 WIB
TENIS
Federer Tak Sabar Hadapi AS
Kamis, 9 Februari 2012 | 04:39 WIB
|
Share:

Fribourg, Rabu - Maestro tenis Roger Federer tak sabar untuk melayani Amerika Serikat dalam duel putaran pertama Grup Dunia kejuaraan tenis beregu putra Piala Davis. Duel tersebut membawa sang juara grand slam 16 kali itu pada kenangan manisnya 11 tahun silam.

Duel selama tiga hari yang dimulai Jumat (10/2) itu akan berlangsung di   arena tertutup Fribourg, Swiss, yang menggunakan lapangan tanah liat. Kedua tim bakal sama-sama diperkuat empat pemain dengan Swiss mengandalkan Federer dan peringkat ke-28 ATP, Stanislas Wawrinka. Adapun AS yang dipimpin kapten tak bermain Jim Courier dimotori oleh Mardy Fish (ke-8 ATP) dan big server John Isner (17 ATP).

Kedua tim telah tiga kali bertemu, semuanya dalam pertarungan Grup Dunia. Duel terakhir pada 2009, Swiss yang tak diperkuat Federer dipecundangi AS 1-4 pada putaran pertama. Sementara jumpa pertama terjadi di final Piala Davis 1992.

Saat itu, Swiss bukanlah tandingan AS. Bermaterikan tim impian Pete Sampras, Andre Agassi, Jim Courier, dan si bintang bengal John McEnroe, AS menang 3-1 untuk menjadi juara.

Namun, pada putaran pertama 2001, Swiss diselamatkan oleh remaja 19 tahun, Roger Federer, yang membuat negeri pegunungan itu menang tipis 3-2. Federer tampil dalam tiga hari berturut-turut dan menyumbang dua poin dari partai tunggal dan satu ganda.

”Itulah pertama kalinya perasaan bahagia saya karena tenis meluap. Saya begitu lelah pada hari terakhir setelah berturut-turut memenangi partai tunggal, ganda, tunggal,” kata Federer.

Kemenangan Federer remaja di Piala Davis itu menjadi awal sensasinya di lapangan tenis. Beberapa bulan kemudian di perempat final Wimbledon, Federer menjegal Sampras yang berambisi memenangi turnamen elite itu untuk kelima kalinya berturut-turut.

”Itu menjadi momen dahsyat dan jelas membawa saya ke jalur prestasi puncak. Itulah mengapa saya senang kami kembali menghadapi AS,” katanya.

Meski menjadi petenis yang paling disegani di ajang profesional dalam satu dasawarsa terakhir, pemain berumur 30 tahun itu telah menepis Piala Davis dari agendanya sejak 2004. Namun, komitmen Federer berubah akhir tahun lalu. September, Federer kembali mengenakan kostum tim nasional dan terbang ke Australia untuk bertempur dalam play off yang menentukan kembalinya Swiss ke Grup Dunia. Federer menyumbang dua dari tiga poin kemenangan Swiss. Salah satunya saat menaklukkan Lleyton Hewitt di tunggal yang berlangsung dua hari karena pertandingan belum berkesudahan saat hari telah larut malam.

”Jadi, normal saja jika saya akan tampil di putaran pertama setelah upaya kami yang heroik tahun lalu,” kata Federer.

Li Na mundur

Dari turnamen WTA GDF Suez Open di Paris, juara Perancis Terbuka, Li Na, menyerah di putaran pertama. Tertinggal 6-7 (5-7), 2-3, pemain Asia pertama yang bisa menjadi juara seri grand slam itu tak kuasa menahan nyeri punggung dan memutuskan untuk menyerah.

Li Na mengaku, cedera itu sempat dia rasakan akhir pekan lalu di laga Piala Fed. ”Namun, kondisi saya membaik dan pagi sebelum bertanding saya tidak merasakan sakit. Itu mungkin karena saya sudah mulai menua,” kata pemain yang akhir bulan ini akan berusia 30 tahun itu.

(AFP/YNS)

Editor :