JAKARTA, KOMPAS.com - Usai memutuskan tidak mengikuti ajang kualifikasi Olimpiade 2012, PB ISSI punya banyak pekerjaan rumah. PB ISSI sebaiknya mulai menjalankan pola pelatihan berjenjang dan berkesinambungan.
Mantan pebalap sepeda nasional Puspita Mustika Adya, Rabu (8/2/2012) di Jakarta mengatakan, sebetulnya sayang sekali melewatkan kesempatan mengikuti ajang kualifikasi Olimpiade. Namun, melihat kemampuan pebalap dan persiapan para pebalap membuat PB ISSI memutuskan lebih baik tidak ikut ajang kualifikasi. "Ya itu pilihan realistis," ujarnya.
Namun, PB ISSI tidak bisa diam saja. Apabila ingin memajukan balap sepeda nasional dan juga bisa bersaing di dunia internasional, PB ISSI sebagai induk organisasi balap sepeda harus memulai pelatihan berkelanjutan.
Pelatihan bisa diawali dari atlet-atlet yunior. Lalu dikawal dengan perlombaan. Mereka juga diarahkan untuk mengikuti perlombaan tingkat internasional secara berjenjang, selain untuk mengasah pengalaman juga untuk merebut poin ke target dunia, Olimpiade.
"PB tentu harus punya program pelatihan jelas dan dilaksanakan benar-benar," ujar Puspita, mantan pebalap trek nasioanl ini.


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.