Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:47 WIB
Federasi Tenis Spanyol Akan Gugat "Canal+"
| Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Rabu, 8 Februari 2012 | 22:38 WIB
|
Share:
AFP Petenis Spanyol, Rafael Nadal.

MADRID, Kompas.com - Federasi tenis Spanyol mengatakan, mereka akan menggugat televisi Perancis, Canal+, karena membuat sebuah gambar yang menyiratkan bahwa Rafael Nadal dan beberapa atlet Spanyol menggunakan obat-obatan terlarang. Gambar tersebut menampilan petenis nomor dua dunia, Nadal, yang ditangkap polisi karena ngebut setelah mengisi tangki bahan bakar dengan air kencingnya sendiri.

Pada akhir gambar itu terlihat pesan: "Para atlet Spanyol. Mereka tidak menang secara kebetulan," bersama dengan logo federasi tenis dan beberapa badan olahraga Spanyol lainnya.

Iklan itu disiarkan pada hari Senin, setelah Pengadilan Arbitrasi Olahraga memberikan sanksi larangan membalap bagi pebalap sepeda Spanyol, Alberto Contador, selama dua tahun. Sanksi itu diberikan setelah Contador dinyatakan positif menggunakan obat terlarang clenbuterol selama Tour de France 2010.

"Federasi Spanyol akan menuntut Canal+ untuk penyiaran video, yang selain membuat sindiran yang tidak bisa diterima dan memfitnah, juga menggunakan logo federasi," demikian ujar badan itu dalam sebuah pernyataan.

Federasi mengatakan, tuntutannya adalah agar stasiun tersebut tidak menyiarkan gambar itu lagi, menghentikan penggunaan logo di masa mendatang, dan akan meminta ganti rugi dalam bentuk uang yang tidak disebutkan besarannya, sebagai kompensasi. Ini juga akan berhubungan dengan federasi olahraga Spanyol lainnya, yang logonya ditampilkan dalam gambar itu, apakah mereka juga akan bergabung untuk mengambil langkah hukum secara bersama-sama melawan Canal+.

"Ini sudah melewati batas toleransi, dan federasi tenis tidak bisa mengabaikan pengdiskreditan dan fitnah terhadap para atlet kami," ujar presiden federasi, Jose Luis Escanuela, dalam pernyataan.

 

Sumber :
AFP