Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:45 WIB
Djoko: Saya Tanggung Jawab jika Tim Thomas dan Uber Gagal
Ahmad Imanuddin | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Rabu, 8 Februari 2012 | 19:01 WIB
|
Share:
KOMPAS/GATOT WIDAKDO Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso, Rabu (8/2/2012), secara resmi melepas tim Thomas dan Uber untuk mengikuti babak kualifikasi di Makau, China. Tim rencananya akan berangkat Kamis besok.

CIPAYUNG, KOMPAS.com - Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso, mengatakan bahwa jika tim Piala Thomas dan Piala Uber Indonesia gagal, maka dirinya yang akan bertanggungjawab. Hal itu diungkapkannya dalam sambutan acara pelepasan Tim Thomas dan Uber, yang akan bertarung di ajang kualifikasi, 13-19 Februari.

"Jika gagal, tanggung jawab menjadi milik saya, jangan hal ini menjadi beban bagi para atlet. Saya hanya menuntut para atlet untuk tampil seoptimal mungkin," ujar Djoko, Rabu (8/2/12).

"Atlet yang bertanding kiranya dapat bermain sebaik-baiknya, serta kembali ke Tanah Air dengan prestasi semaksimal mungkin. Namun harapan tersebut jangan sampai menambah beban atlet," ujarnya menambahkan.

Djoko yang juga merupakan mantan Panglima TNI ini berharap, pasukan Merah-Putih terus termotivasi. "Semoga harapan tersebut membuat atlet termotivasi untuk selalu berjuang dengan sungguh-sungguh, disiplin, militan, fokus pada pertandingan, dan pantang menyerah," ujarnya.

Djoko juga menambahkan bahwa dia akan memahami dan menerima jika para pasukannya kalah, tetapi dengan syarat kekelahan itu terjadi secara terhormat.

Tim Thomas dan Uber akan berangkat ke Makau, Kamis (9/2/12) pukul 09.00 WIB, menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Mereka akan kemabli ke Tanah Air pada 20 Februari 2012. Tetapi tim Thomas dan Uber harus ditinggal pelatih Richard Mainaky dan Christian Hadinata, yang menurut Djoko, kedua pelatih itu bukan mengundurkan diri.

"Mereka hanya izin. Kalau Pak Christian karena kakaknya sakit, sedangkan Pak Richard tetap tinggal di Pelatnas untuk persiapan tim menjelang All England."