JAKARTA, Kompas.com - Kapten tim basket Indonesia Warriors Rony Gunawan (32) harus merelakan posisinya sebagai pemain tengah setelah masuknya dua pemain asal Amerika Serikat ke tim tersebut.
"Saya harus berpindah tugas menjadi di posisi small forward," kata pemain dengan tinggi badan 193 cm itu di acara temu penggemar Indonesia Warriors di Jakarta, Selasa malam.
Rony, yang pernah mendapat gelar sebagai pemain tengah terbaik, mengaku sempat kewalahan saat menempati posisi small forward, karena posisi pemain tersebut memerlukan keahlian melakukan dribble.
"Kelemahan saya adalah saat melakukan dribble. Tapi saya terus berlatih untuk dapat melakukan dribble yang baik," kata pria yang akrab disapa Acong tersebut.
Tim Indonesia Warriors, yang dulu dikenal dengan Britama Satria Muda, merekrut dua pemain asing untuk mendongkrak penampilan tim tersebut di Asean Basketball League (ABL) 2012 Session 3. Kedua pemain tersebut adalah Jonathan Larry Smith dan Steve Demon Thomas.
Pelatih tim Warriors, John Todd Purves (40), mengatakan bahwa kehadiran kedua pemain impor tersebut diharapkan dapat membawa kemenangan bagi Indonesia Warriors.
"Dengan kualitas bermain pemain asing dan kemampuan para pemain lokal, kami yakin tim Indonesia Warriors dapat menjadi juara ABL," kata Todd di Jakarta, Selasa malam.
Todd menambahkan bahwa kemenangan dapat diraih dengan kerja tim yang baik, meskipun dia mengakui adanya kelemahan dalam berkomunikasi dengan para pemain.
"Komunikasi masih menjadi hambatan bagi saya untuk saat ini. Apa yang saya sampaikan kepada para pemain di lapangan terkadang diterima oleh beberapa pemain saja. Tapi itu bukan masalah yang berarti karena saya masih bisa menggunakan isyarat pada mereka," jelas Todd.
Sementara itu Steve Thomas, yang memiliki tinggi badan 206 cm, mengatakan bahwa dia senang bisa bergabung bersama tim Indonesia Warriors dan optimistis dapat membawa tim tersebut menjadi juara. "Saya bermain untuk tim dan saya bermain untuk menang," kata pemain bernomer punggung 55 itu.
Indonesia Warriors telah dua kali turun pada kejuaraan ABL. Pada tahun pertama keikutsertaannya, klub yang bermarkas di Sport Mall Kelapa Gading itu mampu menjadi runner up. Namun sayangnya di tahun kedua tim Warriors mengalami kemerosotan hingga hanya berada di posisi ke lima.


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.