JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pelaksana Program Indonesia Emas (Prima) Tono Suratman mengungkapkan, Olimpiade London 2012 menjadi ajang untuk mengukur kemampuan Indonesia di antara negara Asia dan Asia Tenggara.
”Prestasi yang diraih Indonesia di Olimpiade akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi olahraga Indonesia,” ujar Tono di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Senin (6/2/2012).
Untuk menuju Olimpiade, ujar Tono, setiap cabang yang berpeluang diberi kesempatan berlatih dan bertanding ke luar negeri. Dewan Pelaksana Prima akan memantau prestasi yang diraih dengan model pelatihan tersebut.
”Itu akan menjadi tolok ukur, bagaimana kita menyiapkan diri untuk menghadapi Asian Games 2014 atau SEA Games 2013, juga ke olimpiade berikutnya,” ujar Tono.
Seperti diketahui, menjelang Olimpiade London 2012, empat cabang sudah merebut tiket, yaitu angkat besi, panahan, bulu tangkis, dan renang.
Dewan Pelaksana Prima dan Kementerian Pemuda dan Olahraga masih memberikan kesempatan bagi sekitar tujuh cabang yang berpeluang merebut tiket di ajang kualifikasi yang digelar dalam enam bulan sebelum olimpiade.
Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI Pusat menargetkan, setidaknya jumlah atlet yang dikirimkan ke London dua kali lebih banyak dari jumlah atlet yang ikut Olimpiade Beijing 2008. Demikian juga medali emas yang direbut, ditargetkan lebih banyak dari Beijing.

Ketum KONI Pusat, Tono Suratman, mengharapkan kegagalan tim Thomas dan Uber menjadi cambuk untuk lebih baik lagi di Olimpiade.