NEW YORK, KOMPAS.com - Sempat dijagokan untuk menjadi juara NBA setelah memboyong Tyson Chandler dari juara bertahan NBA Dallas Mavericks untuk menemani Carmelo Anthony dan Amare Stoudimire, New York Knicks ternyata harus ditempa krisis setelah rangkaian buruknya di awal musim ini.
Pasukan Mike D'Antoni ini harus menelan 15 kekalahan 24 pertandingan yang dijalaninya. Hasil itu mebuat Knick harus puas becokol di posisi 10 wilayah timur.
Akibat hasil buruk tersebut, manajemen Knciks dikabarkan akan mendepak D'Antoni dari Madison Square Garden . Tapi menanggapi isu tersebut, D'Antoni tidak panik. "Anda harus melakukan pekerjaan Anda, Anda tidak boleh panik," ujar D'Antoni kepada ESPN.
Jika saya bekerja dengan baik, hal positif akan terjadi. Jika kami kalah, itulah yang terjadi. Jujur saja, saya tidak khawatir dengan pemecatan tersebut," ujar D'Antoni menambahkan.
Bukti bahwa D'Antoni sedang bermasalah dengan manajemen Knicks sendiri hingga kini belum ada karena belum ada pernyataan resmi dari manajemen klub. Bahkann presiden Knicks, Donnie Walsh yang selalu bertemu dengan media selalu memuji D'Antoni. (ESPN)

Ketum KONI Pusat, Tono Suratman, mengharapkan kegagalan tim Thomas dan Uber menjadi cambuk untuk lebih baik lagi di Olimpiade.