JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Pusat (PP) Ikatan Motor Indonesia memprogramkan akan menggelar ajang reli di Indonesia. Reli merupakan salah satu ajang otomotif yang sudah lama tidak digelar di Indonesia.
"PP IMI mendorong semua pengurus IMI daerah untuk mengadakan berbagai kegiatan otomotif, termasuk reli. Reli sudah lama tidak digelar, sehingga perlu didorong lagi agar dapat digelar di Indonesia," kata Nanan Soekarna, Ketua Umum PP IMI, Selasa (31/1/2012) di Jakarta.
Menurut Nanan, Sumatera Utara, Kalimantan, dan Sulawesi merupakan tempat yang cocok untuk menyelenggarakan reli. PP IMI akan bekerja sama dengan pengurus daerah IMI setempat untuk merancang penyelenggaraan reli.
Saat ini, Indonesia hanya memiliki dua pereli yang dapat diunggulkan di tingkat internasional. Keduanya adalah Rifat Sungkar dan Subhan Aksa. Minimnya ajang reli membuat pereli muda tidak muncul di belakang kedua pereli senior itu.
"Jika semua insan olah raga otomotif dan pengusaha yang terkait bersatu, IMI akan lebih mudah menghidupkan reli di Indonesia. Untuk menggelar Indonesia Kart Prix 2012, IMI hanya membutuhkan persiapan selama satu bulan. Jika dipersiapkan setahun, IMI dapat menggelar reli lagi di Indonesia," kata Nanan.
Indonesia, kata Nanan, memiliki semua persyaratan menggelar reli, mulai dari lokasi, dana, penyelengara, sampai pereli. Namun, semuanya harus disatukan agar ajang reli benar-benar terwujud.


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.