AFP
Petenis Belarusia, Victoria Azarenka (kanan), didampingi mantan ratu tenis dunia asal Swiss, Martina Hingis. Azarenka juara Australia Terbuka usai kalahkan Maria Sharapova di final.
MELBOURNE, Kompas.com - Victoria Azarenka mengakhiri penantiannya untuk menjadi juara sebuah grand slam. Trofi bergengsi itu akhirnya diraih, setelah dia memenangi "partai berisik" melawan Maria Sharapova di final Australia Terbuka, Sabtu (28/1/12), dengan kemenangan straight set 6-3, 6-0. Petenis Belarusia ini pun berhak menyandang predikat nomor satu dunia.
Memang, baik Azarenka maupun Sharapova terkenal dengan desahan yang keluar dari mulut mereka ketika memukul bola. Tak heran jika duel ini mendapat sebutan "partai berisik". Dan, intensitas suara 90 desibel yang dihasilkan Azarenka membuahkan sebuah gelar di Melbourne Park.
Tak cuma trofi yang diraihnya. Azarenka pun dipastikan akan menjadi pemain nomor satu dunia WTA - daftar resmi akan dikeluarkan pada Senin (30/1/12) - menggeser petenis Denmark, Caroline Wozniacki, yang harus lengser dengan status mantan pemain nomor satu dunia tanpa gelar grand slam.
"Ini mimpi yang jadi kenyataan," ujar petenis berusia 22 tahun tersebut, dengan Piala Daphne Akhurst Memorial berada di depannya.
"Saya sudah menyimpan mimpi ini dan berusaha keras untuk meraih gelar grand slam, dan menjadi pemain nomor satu dunia tentu saja menjadi bonus yang indah untuk itu."
Kemenangan di Melbourne Park sudah pernah dikecapi Azarenka, meskipun masih bertaraf junior, ketika menjadi juara Australia Terbuka 2005. Namun kemenangan kali ini menjadi bukti, bahwa prestasi tersebut (termasuk juara AS Terbuka junior 2005), bisa menjadi batu loncatan untuk meraih yang lebih tinggi lagi.
Meskipun demikian, perjalanan Azarenka terbilang cukup sulit. Pasalnya, dia tidak pernah meraih gelar pertamanya di WTA tour sampai Brisbane International 2009. Setelah itu, dia hanya bisa menyimpan kerinduan untuk merengkuh gelar grand slam.
"Saya banyak berlatih keras...butuh beberapa waktu untuk melewati rintangan berat, seperti kalah di semifinal, yang mana itu menjadi pengalaman besar, beberapa kali kalah di perempat final," ujarnya.
"(Tetapi) Saya tidak ingin melihat ke belakang... seberapa lama penantian itu. Dan, itu datang hari ini."

Kuszczak Bela Watford demi Piala Eropa
Kiper manchester United, Tomasz Kuszczak, resmi membela klub Liga Championship, Watford, demi Piala Eropa 2012.

