Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 05:23 WIB
AUSTRALIA TERBUKA
Sharapova Vs Azarenka, Final "Haah" dan "Aaah"
| Sabtu, 28 Januari 2012 | 03:36 WIB
|
Share:

Dua lengkingan (sebagian orang menyebut lenguhan) akan terdengar bersahutan pada final tenis putri Grand Slam Australia Terbuka 2012, Sabtu (28/1), di Melbourne, Australia. Maria Sharapova dan Victoria Azarenka dipastikan akan menarik perhatian semua penggemar tenis, baik yang menyaksikan langsung di Rod Lover Arena maupun yang menonton televisi.

Di satu sisi ada teriakan ”haah”, di sisi lain ada seruan ”aaah”, dan di antara kedua lengkingan itu ada pertandingan tenis. Kantor berita AFP bahkan menyebut laga ini sebagai ”scream queen final” (final ratu lengkingan). Setiap pukulan akan membahana ke seluruh dunia.

Azarenka dan Sharapova baru pertama kali bertemu di final grand slam, dan pertandingan ini sangatlah berarti buat keduanya. Pemenang laga menggairahkan ini akan melambung ke peringkat pertama WTA, menggeser Caroline Wozniacki, yang kandas di perempat final. Saat ini Azarenka berada di peringkat ketiga dunia dan Sharapova di peringkat keempat.

Final antara petenis Rusia dan Belarus ini dilangsungkan selang beberapa hari setelah WTA mengumumkan teguran agar tidak menggerung. Di mata WTA, menggerung saat bertanding seolah bukan perempuan terhormat.

Lenguhan sejumlah petenis putri di lapangan ini sudah lama menjadi bahan sindiran dan perdebatan. Dimulai dari lenguhan Monica Seles pada tahun 1990-an. Australia Terbuka kali ini kembali menjadi momen menyeruaknya kembali sindiran itu. Agnieszka Radwanska mengeluhkan lengkingan beberapa petenis yang, baginya, terlalu keras. ”Boleh berteriak. Ini tenis. Tetapi tidak perlu terlalu keras. Jika WTA bisa melakukan sesuatu, mengapa tidak,” katanya seusai kalah dari Azarenka.

Bagaimana jika Azarenka dan Sharapova bertemu? Kedua petenis ini pasti tidak akan terganggu. Namun, bisa jadi lengkingan bersahutan ini akan mengganggu para penonton. Stasiun televisi Australia, Channel Seven, mengukur suara Azarenka dengan Whoo! Meter, yang ternyata mencapai 91,4 desibel, ekuivalen dengan suara truk yang lewat.

Koran Inggris, Independent, menyebut Sharapova dan Azarenka sebagai ”Princess of Wails” (Putri Raungan). Situs www.thetennisspace.com merangkum beberapa julukan untuk kedua petenis cantik ini, misalnya suara burung merak yang sedang kawin, balon yang sedang digemboskan, atau perempuan yang sedang melahirkan anak kembar tiga.

Pelatih tenis Nick Bollettieri pernah meyakini, erangan di lapangan itu dapat membantu petenis memukul bola lebih kuat. Sebagian orang memaklumi, teriakan itu menjadi bagian dari pertandingan, tetapi sebagian lain merasa hal itu sangat mengganggu.

Azarenka punya alasan. Baginya, lengkingan itu adalah cara untuk menyuntik energi, dan ia melakukannya sejak mulai bermain tenis. ”Saya tidak bisa menyebut orang lain, saya hanya bicara untuk diri sendiri. Inilah saya, inilah cara saya bermain. Saya rasa ini adalah cara saya untuk menarik napas, membuat saya bergerak. Ini bagian dari gerakan saya,” ujarnya.

Sementara bagi Sharapova, lengkingan itu seperti sudah melekat pada sosoknya. ”Tidak ada orang yang cukup penting yang menganjurkan saya untuk mengubah itu atau melakukan sesuatu yang lain,” katanya.

Jadi? Nikmati penampilan kedua petenis ayu di laga final ini, dan sumpal kuping jika terganggu. (AFP/IVV)