Jakarta, Kompas
Tim Warriors yang dimotori Mario Wuysang, Rony Gunawan, Steven Demon Thomas, dan Larry Jonathan Smith tampil luar biasa di kuarter pertama. Tembakan tiga angka dari Rony dan Mario membuat para pendukung tim Indonesia bersorak karena perolehan angka Warriors meninggalkan Dragons.
Tiras Jamaal Wade, Brian Michael Williams, dan Pattrick Jan Cabahug selalu berusaha menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan yang kuat membuat Warriors unggul dengan skor 27-22 di akhir kuarter pertama.
Di kuarter kedua, Pelatih Dragons Ariel Vanguardia mengubah strategi pertahanan dengan menerapkan sistem pertahanan zona 2-3. Wade, Williams, dan Nicholas Belasco ditugaskan mematikan pergerakan Smith dan Thomas yang berulang kali mencetak angka bagi Warriors.
Pelatih Warriors John Todd Purves memasukkan Jerick Uy Canada dan Harold Nilo Sta Cruz untuk mencetak angka dari tembakan tiga angka, tetapi tembakan mereka tidak jitu. Tembakan Mario dan Rony juga sering meleset.
Sebaliknya, Wade, Williams, dan Cabahug semakin agresif mencetak angka bagi Dragons. Di akhir paruh pertama, Dragons membalikkan keadaan dan unggul dengan skor 49-41.
”Saya sengaja mengubah strategi di kuarter kedua untuk mematikan pergerakan Smith dan Thomas. Strategi ini berhasil dan menjadi titik balik kemenangan kami,” kata Vanguardia.
Di kuarter ketiga, Mario sempat membangkitkan harapan Warriors saat dua tembakan tiga angkanya menghasilkan poin. Namun, Cabahug juga membalas tembakan Mario dengan dua tembakan tiga angka. Para pemain Dragons bermain lebih efektif dalam mencetak angka sehingga menambah keunggulan menjadi 69-55.
Di kuarter keempat, para pemain Warriors semakin tenggelam dan akhirnya menyerah dengan skor 80-93.
”Dragons bermain lebih baik dan mampu mengubah strategi untuk mengatasi ketertinggalan. Kami harus membenahi akurasi tembakan tiga angka para pemain,” kata Purves.
Rony mengakui, rekan-rekannya kehilangan akurasi tembakan sejak kuarter kedua. Hanya lima dari 26 tembakan tiga angka yang menghasilkan poin. Sementara lima dari lima tembakan Cabahug menghasilkan angka bagi Dragons.
Meskipun merebut dua kemenangan dan memuncaki klasemen sementara, Vanguardia tetap merendah dengan mengatakan timnya bukanlah favorit juara pada musim ini. Masih ada dua tim Filipina yang lebih kuat dan merupakan kandidat juara.
”Kami berharap dapat menembus babak


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.