M Hilmi Faiq/KOMPAS
Latihan Balap Sepeda.
WONOSARI, KOMPAS.com -- Mantan pebalap sepeda nasional Puspita Mustika Adya mengungkapkan, meski merupakan kejuaraan kontinental, Kejuaraan Asia Balap Sepeda bukan kejuaraan main-main. Untuk itu, tim yang akan diturunkan tidak bisa hanya dipilih dari satu kali seleksi.
"Mungkin mereka memang pernah memperkuat tim SEA Games 2011, namun siapa yang menjamin mereka terus berkesinambungan berlatih sesudahnya," ujar Puspita, Jumat (20/1/2012) di sela lomba balap sepeda Piala Raja Lomba Customs Cycling (LCC)-United Bike 2011 Seri III di Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Asia Balap Sepeda 2012 pada pertengahan Februari mendatang, PB ISSI menggelar seleksi terhadap delapan pebalap (seharusnya sepuluh) untuk diciutkan menjadi tim Indonesia yang terdiri atas enam pebalap.
Menurut Puspita, seharusnya PB ISSI memiliki program pembinaan yang berkelanjutan. Artinya, pembentukan tim nasional yang terdiri atas beberapa lapis pebalap disertai pelatihan jangka panjang sudah diperlukan.
"Dengan demikian, kita bisa mengirim mereka ke kejuaraan manapun dengan persiapan yang matang. Kalau tim yang mewakili negara, tidak bisa hanya dipilih dalam sekali seleksi begini," tuturnya.


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.