Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 04:50 WIB
Olimpiade Dijaga Peluru Kendali
| Rabu, 14 Desember 2011 | 04:26 WIB
|
Share:

Dua kali menjadi target serangan teroris, kota London bakal menjadi pusat ribuan atlet dunia berkumpul pada Olimpiade 2012. Wajarlah bila sejumlah pihak masih meragukan pengamanan untuk ajang bergengsi itu. Tak tanggung-tanggung, peluru kendali darat ke udara pun disiapkan untuk melindungi Olimpiade 2012.

Penggelaran peluru kendali darat ke udara itu disampaikan langsung Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond kepada para anggota parlemen.

”Saya memastikan, semua tindakan yang diperlukan akan dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan Olimpiade London, termasuk jika militer menyarankan perlunya pertahanan darat ke udara,” ungkapnya seperti dikutip BBC.

Gagasan menggelar rudal darat ke udara sebelumnya disampaikan Menteri Pertahanan Liam Fox sebelum digantikan Hammond.

Hal itu diajukan untuk menunjukkan betapa seriusnya Pemerintah Inggris menjamin keamanan pesta olahraga dunia tersebut sekaligus mengurangi keragu-raguan sementara pihak atas pengaturan pengamanan Olimpiade 2012.

Meskipun demikian, pengiriman petugas keamanan asing ke olimpiade telah menjadi prosedur standar dalam beberapa tahun terakhir, meski tanggung jawab akhir tetap ada pada pemerintah negara tuan rumah.

Koordinator Keamanan Nasional Olimpiade Chris Allison menyebutkan, memang akan ada sejumlah kecil ”perwira penghubung keamanan asing” di London untuk bertindak sebagai penghubung antara tim-tim nasional mereka dan kepolisian Inggris Raya.

”Olimpiade akan dijaga oleh kepolisian Inggris, bekerja sama dengan penyelenggara olimpiade dan panitia-panitia lokal. Kami akan didukung mitra-mitra lainnya di lapisan atas ataupun bawah di seluruh negeri, tetapi kepolisian Inggris yang akan melakukannya (pengamanan),” te- gas Allison seperti dikutip BBC.

Harian Inggris, Guardian, melaporkan, biaya pengamanan Olimpiade London 2012 telah naik dua kali lipat menjadi 553 juta poundsterling (sekitar Rp 7,742 triliun). Naiknya biaya keamanan itu, antara lain, disebabkan penambahan jumlah petugas keamanan dari 10.000 menjadi 23.700 personel.

Para personel keamanan itu akan disebar di lebih dari 100 tempat pertandingan di seluruh Inggris Raya. Departemen Kebudayaan, Media dan Olahraga (DCMS) menegaskan, keputusan menambah jumlah personel keamanan itu bukan respons atas ”adanya ancaman keamanan tertentu”.

Sebelumnya, Guardian juga melaporkan, AS masih mengkhawatirkan rencana pengamanan Olimpiade 2012 dan ingin mengirimkan sekitar 1.000 personel keamanannya sendiri, termasuk 500 agen FBI ke Inggris. Akan tetapi, Kedutaan AS di London membantah laporan bahwa AS tidak senang dengan rencana keamanan dari Inggris.

Guardian menulis, terjadinya kerusuhan di London, penangkapan seorang penjaga keamanan di lokasi olimpiade, dan sejumlah penangkapan sebelum kunjungan Paus, tahun lalu, telah meningkatkan kecemasan AS. Namun, Kantor Urusan Dalam Negeri Inggris menegaskan, mereka sepenuhnya yakin dengan rencana keamanan yang telah disusun.

Penuh pemeriksaan

Dengan rencana pengamanan yang tersusun, jangan terlalu berharap mereka yang ingin menyaksikan pesta olahraga dunia itu bisa menikmatinya dengan penuh kenyamanan.

Pasalnya, prosedur pengamanan standar seperti pemeriksaan tas, barang bawaan, dan kendaraan akan diberlakukan di banyak tempat secara berlapis.

Pengamanan arena-arena juga telah dilakukan sejak tahap pembangunannya dengan menggunakan teknologi biometri. Artinya, hanya orang yang sidik telapak tangannya dikenali saja yang bisa masuk ke arena. Pengenal khusus juga diberikan kepada para pekerja di gelanggang yang belum selesai sehingga tidak terjadi penyalahgunaan kartu pengenal tersebut.

Kepada seluruh warga di sekitar arena olimpiade pun sudah disebarkan buklet petunjuk pengamanan sehingga mereka dilibatkan untuk selalu waspada dan mencermati potensi-potensi ancaman di wilayah mereka.

Para petugas telah dilatih untuk menghadapi kemungkinan antrean calon penonton, pihak-pihak yang menawari tiket-tiket palsu, dan kemungkinan keributan di luar arena, seperti bentrok antar-pendukung ataupun pendukung yang tidak memiliki tiket dengan petugas keamanan.

Untuk memperkecil peluang masuknya pelaku teroris, pengamanan diberlakukan ketat di pintu-pintu masuk Inggris serta patroli terus-menerus baik di daratan ataupun sungai dan kawasan perairan. Intinya, semua hal telah coba diantisipasi, tinggal bagaimana hari pelaksanaannya nanti. (AFP/OKI)