Kamis, 24 April 2014

News / Olahraga

Balap Sepeda, Kian Malam Kian Menantang

Minggu, 4 Desember 2011 | 05:12 WIB

Baca juga

SERPONG, KOMPAS.com - Balap sepeda gunung JPG-Sinarmas Land Mountain Bike Enduro XC Nite Race semakin malam semakin menantang. Para peserta harus mengatasi kondisi lintasan yang licin akibat munculnya embun yang membasahi lintasan.

Balap sepeda gunung yang pertama kali diselenggarakan pada malam hari di Taman Kota 2, Setu, Kota Tangerang Selatan itu diikuti oleh 219 peserta yang terbagi dalam tim pada kelas open dan master.

Perlombaan yang dimulai pukul 20.00 tersebut berlangsung selama empat jam untuk mengadu ketahanan masing-masing tim. Tim yang paling banyak melahap trek sepanjang 2,8 kilometer berhak menjadi pemenang di masing-masing kategori.

"Rata-rata peserta tidak mengalami kesulitan walaupun kondisinya gelap. Kalaupun ada yang terjatuh, kondisinya tidak fatal," kata Ketua Pelaksana lomba Ilham Baron, Sabtu (3/11/2011) tengah malam.

Ilham mengatakan, balap sepeda gunung yang diselenggarakan secara estafet oleh tim peserta ini merupakan turnamen pertama yang selenggarakan malam hari sehingga belum ada regulasi mengenai ketentuan dan persyaratan lomba. Meski demikian, antusiasme para peserta tetap terlihat, terbukti dengan datangnya peserta dari Palembang, Lampung, maupun Kalimantan.

"Memang ada atlet yang ikut untuk persiapan PON. Namun, yang kelas open juga tak kalah kencang. Banyak bakat dari peserta," ujarnya. Salah satu peserta kelas master, Matheo Guerinoni, mengatakan kondisi lintasan yang semakin licin membuat peserta harus hati-hati menjelang akhir lomba.

Menurut Ilham, diperlukan strategi tepat untuk berlomba balap sepeda lintas alam, salah satunya dengan persiapan lampu yang memadai. Hal ini diperlukan agar kecepatan peserta tak menjadi sia-sia karena kurangnya penerangan.

"Yang penting lampu harus terang karena percuma punya kecepatan tapi tak didukung lampu yang memadai," kata Ilham.


Penulis: Laksono Hari Wiwoho
Editor : Jimmy Hitipeuw