Sabtu, 1 November 2014

News / Olahraga

ATP World Tour Finals

Federer Sempurna Menuju Semifinal

Jumat, 25 November 2011 | 08:04 WIB

LONDON, Kompas.com - Roger Federer lolos ke semifinal ATP Wolrd Tour Finals dengan hasil yang sempurna. Pada laga pamungkas penyisihan Grup B, Kamis (24/11/11), pemain nomor tiga dunia asal Swiss ini menang 6-1, 3-6, 6-3 atas petenis Amerika, Mardy Fish, yang sudah pasti tersingkir.

Dengan demikian, mantan pemain nomor satu dunia ini menatap laga semifinal yang akan berlangsung Sabtu (26/11/11), dengan modal yang sangat bagus. Kemenangan atas Jo-Wilfried Tsonga, Rafael Nadal, dan Fish, bakal meningkatkan kepercayaan dirinya untuk menghadapi runner-up Grup A, sekaligus memelihara asa mempertahankan gelar.

Lebih dari itu, Federer menunjukkan kepada dunia, bahwa di usianya yang sudah 30 tahun, dia masih tetap fit untuk menghadapi jadwal tour yang panjang. Hasil tersebut menjadi bukti, bahwa rencana para pemain dunia untuk memboikot padatnya jadwal ATP, bukanlah jalan yang tepat.

Memang harus diakui, sejumlah pemain top mengeluhkan hal itu (jadwal padat), yang membuat mereka rentan cedera. Andy Murray, yang tahun ini menyalip Federer di peringkat tiga dunia, harus mundur dari ATP World Tour Finals karna cedera pangkal paha, sedangkan petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, mengalami masalah pada bahu sehingga performanya akhir-akhir ini mengkhawatirkan, begitu juga dengan Nadal, yang grafik permainannya menurun drastis.

Namun keluhan-keluhan itu tak terbukti pada Federer. Peraih 16 gelar grand slam ini tak terlalu mempersoalkan kalender Tour, meskipun dia tetap berharap ada pengurangan jadwal.

"Musim depan akan lebih pendek dua minggu," ujar Federer, usai mengalahkan Fish, sekaligus pemanasan menjelang semifinal.

"Ya, (boikot) sempat muncul beberapa bulan lalu. Tetapi itu omong kosong, karena tidak akan terjadi kapan pun. Sekarang, semuanya baik-baik saja, sehingga saya tidak melihat sebuah alasan mengapa kami harus memboikot. Tak ada alasan untuk itu," tambah Federer, yang mengakhiri musim ini tanpa sebuah gelar grand slam sejak 2002 - merupakan prestasi terburuk dalam kariernya.

 


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: