Selasa, 16 September 2014

News / Olahraga

GP Australia

Sempurna! Stoner Juara Dunia

Minggu, 16 Oktober 2011 | 12:49 WIB

PHILLIP ISLAND, KOMPAS.com — Casey Stoner menyempurnakan dominasinya sepanjang akhir pekan ini di Sirkuit Phillip Island. Selalu tercepat pada tiga latihan bebas dan start dari pole position, pebalap Repsol Honda ini menutup rangkaian GP Australia dengan memenangi balapan tersebut, Minggu (16/10/2011).

Hasil ini menjadi pesta yang sempurna bagi Stoner di depan fans dan keluarganya yang memadati Sirkuit Phillip Island. Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26, pada 16 Oktober ini, Stoner memastikan diri menjadi juara dunia, sekaligus memperpanjang rekor kemenangannya di trek tersebut menjadi lima kali berturut-turut.

Ya, sejak tahun 2007, ketika untuk pertama kalinya dia merengkuh gelar juara dunia MotoGP bersama Ducati, Stoner tak terkalahkan. Kini, dalam debutnya dengan Honda, pebalap Australia tersebut merengkuh gelar keduanya di kelas paling bergengsi tersebut.

Sayang, pada balapan yang krusial ini Stoner tak mendapat tantangan dari rival terberatnya dalam perburuan gelar juara dunia, Jorge Lorenzo. Pebalap Yamaha ini cedera akibat kecelakaan saat sesi pemanasan Minggu pagi. Selain itu, rekan setim Lorenzo, Ben Spies, juga tak bisa mengambil bagian. Dengan demikian, GP Australia 2011 ini tak diikuti tim pabrik Yamaha, yang diharapkan bisa menjadi penghalang Stoner untuk lebih cepat menjadi juara dunia.

Sementara itu, Marco Simoncelli finis di urutan dua. Setelah bertarung ketat dengan Andrea Dovizioso, pebalap Gresini Honda tersebut berhasil mengalahkan rivalnya dari Repsol Honda itu di lap terakhir, dan membuatnya meraih prestasi terbaik dalam kariernya di arena MotoGP karena untuk pertama kalinya finis di podium nomor dua.

Dengan hasil seri ke-16 ini, Stoner, yang mencatat sembilan kemenangan sepanjang musim 2011 dengan mengumpulkan total 325 poin, unggul 65 poin atas Lorenzo yang tak mendapatkan poin. Sementara itu, Dovizioso berada di posisi ketiga dengan poin 212, dan Simoncelli naik satu setrip ke urutan tujuh, menggeser Nicky Hayden. Tambahan 20 poin ini membuat dia mengumpulkan total 139 poin, mengalahkan Hayden yang mendapatkan 130 angka.

Jalannya balapan

Stoner mengawali balapan dengan sangat meyakinkan. Start dari pole position, pebalap tuan rumah ini langsung melejit meninggalkan para pesaing. Sementara Hayden, yang start dari urutan kelima, berhasil menyodok ke depan untuk membuntuti Stoner setelah mengalahkan Simoncelli dan Bautista.

Namun, Hayden tak bertahan lama di urutan kedua karena selang dua lap, dia sudah disalip Simoncelli, yang mencoba memberikan ancaman kepada Stoner. Namun, perjuangan "Supersic" bakal sangat berat karena dia sudah tertinggal 2,086 detik dari sang penguasa klasemen tersebut.

Pada lap ketiga, giliran Dovizioso yang menyodok ke depan setelah melewati Hayden. Gap pun mulai tercipta, di mana Stoner sudah terlalu jauh di depan, dan Simoncelli mulai mendapat ancaman dari Dovizioso. Sementara Dani Pedrosa, Hayden, dan Bautista bertarung ketat untuk memperebutkan posisi keempat.

Ambisi Stoner untuk mencetak kemenangan kelima secara berturut-turut di Phillip Island bakal dengan mudah terwujud karena dia tak mendapat tantangan. Apalagi, Lorenzo, yang menjadi rival terberatnya, tak bisa ikut balapan ini akibat cedera.

Saat balapan memasuki lap kelima, mantan pebalap Ducati tersebut sudah unggul 4,141 detik atas Simoncelli. Hanya kesalahan dan nasib sial yang bisa menghalanginya untuk memperpanjang dominasinya di trek tersebut.

Pada lap kesembilan, bendera putih dikibarkan tanda pebalap diberi kesempatan untuk mengganti motor karena cuaca bakal hujan. Aktivitas di garasi semua tim sudah sangat tinggi karena para kru mempersiapkan motor bagi para pebalapnya.

Di tengah kesibukan itu, terjadi kecelakaan tunggal di trek ketika Valentino Rossi jatuh di lap ke-15. Pebalap Ducati ini tergelincir di Tikungan 10 ketika sudah menyalip Bautista untuk menempati posisi kelima. Sementara itu, Pedrosa merangsek ke posisi ketiga dan memberikan tekanan kepada Simoncelli. Tetapi, Dovizioso pun terus mengintai dari belakang, yang membuat pertarungan sesama pebalap Honda ini cukup menegangkan—hanya Stoner yang tak terusik di depan karena sudah unggul 4,7 detik.

Saat balapan tersisa lima lap, Dovizioso berhasil mengalahkan Pedrosa. Meskipun demikian, pebalap yang musim depan akan bergabung dengan Yamaha Tech 3 ini sudah cukup jauh tertinggal dari Simoncelli sehingga finis di posisi ketiga menjadi target yang realistis. Adapun di garasi Stoner dipenuhi keluarganya, yang menunggu momen untuk melakukan pesta.

Kembali ke trek, Bautista mengalami nasib sial. Pebalap Spanyol ini harus meninggalkan trek karena kecelakaan, justru ketika balapan hanya tersisa tiga lap lagi. Tentunya menjadi semua kekecewaan besar karena dia sedang berada di posisi kelima.

Namun, di posisi kedua terjadi perubahan komposisi saat balapan memasuki lap ke-25, yang berarti hanya menyisakan dua lap lagi. Dovizioso, yang mendorong motornya secara maksimal, berhasil mengalahkan Simoncelli. Tetapi pada lap terakhir, Simoncelli kembali menyalip kompatriotnya asal Italia tersebut, yang membuat dia mencatat prestasi terbaiknya di arena MotoGP karena finis di urutan kedua.

Sementara itu, Stoner tak tertahankan untuk menjadi pemenang pada balapan di rumahnya. Dia mencapai garis finis dengan keunggulan lebih dari 5 detik atas Simoncelli, dan mencetak lima kemenangan beruntun di Phillip Island. Sebuah hasil yang sempurna bagi Stoner karena menjadi juara dunia dengan memenangi GP Australia, sekaligus menjadi kado ulang tahunnya yang ke-26. Selamat, Stoner!

- Hasil GP Australia

1. Casey Stoner                  42:02.425
2. Marco Simoncelli         +02.210
3. Andrea Dovizioso         +02.454
4. Dani Pedrosa                 +13.160
5. Colin Edwards                +30.886
6. Randy de Puniet              +48.800
7. Nicky Hayden                 +01:16.314
8. Toni Elias         
9. Loris Capirossi         
10. Karel Abraham              +01:14.5
11. Cal Crutchlow         
13. Alvaro Bautista              +21.9
14. Valentino Rossi             DNF
15. Jorge Lorenzo               DNF
16. Ben Spies                       DNF
17. Damian Cudlin               DNF


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: