JAKARTA, KOMPAS.com - Selain karena tampil di bawah performa, kekalahan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad (Towi)/Liliyana Natsir (Butet) atas pasangan Chris Adcock (Inggris)/Imogen Bankier (Skotlandia) di babak semifinal kemarin, karena permainan mereka mudah ditebak lawan. Pasangan Indonesia ini pun kalah dalam dua gim langsung 16-21, 19-21.
"Permainan kami memang mudah ditebak lawan dan kami kurang tenang. Seharusnya kami bertahan dulu, bukan malah terburu-buru mau menyerang, sementara Bankier sudah siap di depan net. Akhirnya justru mereka yang menyerang, kami tertekan dan bingung" ungkap Butet menjelaskan.
"Saya merasa hari ini underperformed, lawan juga bermain bagus," kata Tontowi menambahkan.
Adcock/Bankier yang sebelumnya secara mengejutkan berhasil mengalahkan unggulan keempat asal Cina, Tao Jiaming/Qing Tian, bermain bagus saat menghadapi pasangan Indonesia. Mereka terus memimpin perolehan angka sejak gim pertama.
Tontowi/Liliyana bermain tidak seperti biasanya. Kali ini mereka seringkali tidak mampu menahan laju serobotan bankier di depan net, serta smash keras Adcock. Tertinggal cukup jauh di gim kedua, Tontowi/Liliyana tak kuasa mengendalikan Adcock/Bankier yang semakin percaya diri.
Mereka pun akhirnya harus merelakan tiket final ke tangan pasangan gado-gado yang berada di peringkat 18 dunia tersebut.


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.
