Senin, 8 Agustus 2011

News

Firda Gagal Karena Cedera Lutut

  • Penulis :
  • Gatot Widakdo
  • Senin, 8 Agustus 2011 | 21:11 WIB
Adriyanti Firdasari, menjadi tunggal putri Indonesia saat lawan Rusia. | AFP/SAEED KHAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekalahan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Adriyanti Firdasari di babak pertama Kejuaraan Dunia atas pemain asal Irlandia, Chloe Magee 21-13, 24-22, 13-21 cukup menyesakkan.

Saya rasa banyak aspek yang harus diperbaiki. Cedera lutut itu membuat saya absen latihan seminggu karena kedua lutut bengkak, dan itu sangat besar pengaruhnya pada permainan saya.
-- Adriyanti Firdasari

Firda mengakui permainannya kurang maksimal dan banyak berbuat kesalahan. Selain itu dia tidak bisa konsentrasi penuh karena dibayangi cedera pada lututnya.

Firda sebetulnya bermain baik di game pertama dengan memimpin perolehan poin hingga unggul 13-8 dan menang 21-13. Namun di gim kedua Magee bermain lebih agresif dengan banyak melancarkan smes ke arah pertahanan Firda. Magee merebut game kedua dan memaksakan perpanjangan hingga game ketiga.

"Saya bermain kurang enak hari ini karena kemarin sempat cedera lutut. Walaupun tadi di lapangan tidak terasa sakit, namun permainan saya tidak bisa keluar. Sehingga penampilan saya tidak maksimal dan banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Firda usai pertandingan.

Firda memang banyak terlihat membuang bola ke belakang, terutama di game ketiga. Hal ini tentunya sangat menguntungkan Magee yang pagi ini tampil sangat percaya diri.

"Dia (Magee) memang bermain agresif hari ini, namun banyak poin yang didapatkan itu karena kesalahan saya," ujar Firda.

Firda menambahkan, banyak sekali yang harus diperbaiki dan dievaluasi setelah pertandingannya hari ini. "Saya rasa banyak aspek yang harus diperbaiki. Cedera lutut itu membuat saya absen latihan seminggu karena kedua lutut bengkak, dan itu sangat besar pengaruhnya pada permainan saya," tambahnya.

Dengan tersingkirnya Firda, harapan Indonesia di tunggal putri tinggal Lindaweny Fanetri. Lindaweni akan berhadapan dengan tunggal putri harapan Rusia, Bibik Tatjana.

Editor : Robert Adhi Kusumaputra