Senin, 22 Desember 2014

News / Olahraga

Kejuaraan Nasional Karate Wadokai

Karateka Tewas di Tengah Kumite

Sabtu, 21 Mei 2011 | 22:22 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Nasib naas menimpa Muhammad Muslim, peserta Kejuaraan Nasional Karate Wadokai di Makassar, Sulawesi Selatan.

Muslim, kontingen asal Sulawesi Tengah, mengembuskan nafas terakhir seusai mengikuti laga tanding kumite 55 kg kelas 16-17 tahun di Stadion GOR Matoangin, Makassar.

Muhammad Muslim tak bisa meraih mimpinya untuk menjadi salah satu kontingen tim wakado karate-do Indonesia dalam pentas nasional dan internasional. Sebelum meraih trofi sebagai salah satu juara, Muslim mengembuskan nafas terakhir.

Kematian Muslim tak urung membuat para peserta kejurnas sedih. Khususnya rekan-rekannya sesama utusan dari Sulawesi Tengah tak mampu membendung air mata, begitu jasad Muslim tiba di RS Bayangkara.

Bahkan, beberapa di antaranya pingsan dan histeris tak mampu menanggung beban kehilangan. Muslim adalah andalan bagi kontingen Sulawesi Tengah.

Hari ini dalam laga tanding final, Muslim diprediksi akan memenangi pertandingan. Sayang, belum mengangkat trofi, nyawa Muslim pun melayang. Kematian Muslim terbilang cukup tragis.

Menurut Hermansyah, pelatih asal Kalimantan Tengah, dalam laga tanding melawan anak asuhnya, sore tadi, Muslim bermain dengan baik dan stabil. Muslim mampu menahan lawannya dan bermain cukup imbang dengan skor 6-6 di pertandingan final kumite 55 kg kelas 16-17 tahun.

"Wasit pun memberhentikan untuk perpanjangan waktu. Saat mau tanding lagi, tiba-tiba Muslim ambruk di atas matras, " kata Hermansyah.

Kepanikan pun seketika terjadi di ruang tanding. Kata Hermansyah, panitia berupaya memberikan pertolongan pertama. Sayangnya, nyawa pemuda tanggung ini tak dapat tertolong lagi. Meski telah meninggal dunia, panitia tetap membawa jasad Muslim ke RS Bayangkara, Makassar.

Sementara ini, panitia penyelenggaran tak satu pun mau memberikan keterangan kronologis kematian Muslim. Meski menelan korban jiwa, panitia tetap akan melanjutkan kegiatan kejurnas yang sisa sehari lagi.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak 20-22 Mei yang diikuti sekitar 400 atlet dari 14 pengurus provinsi wadokai di seluruh Indonesia. Kejurnas dibuka Kapolda Sulselbar Irjen Johny Waenal Usman.

Penyelenggaraan kejurnas mengusung misi penting, yakni melahirkan karateka untuk seleksi tim karate nasional yang akan ikut tanding dalam Kejuaraan Dunia Wadokai yang digelar di Bali pada Oktober.

Selain itu, juga mengirim uji laga tanding karateka yunior mengikuti kejurnas merebut Piala Mendagri dan Mendiknas 2011 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Editor : A. Tjahjo Sasongko