Minggu, 26 Oktober 2014

News / Olahraga

MotoGP

Spies: Rossi Pergi, Yamaha Makin Bersatu

Selasa, 8 Maret 2011 | 21:55 WIB

KOMPAS.com — Yamaha kehilangan Valentino Rossi pada akhir musim 2010 setelah pebalap Italia tersebut memutuskan untuk pindah ke Ducati. Hijrahnya ”The Doctor” menimbulkan spekulasi bahwa Yamaha akan mengalami masa sulit setelah mereka merajai arena MotoGP selama tiga musim terakhir.

Namun, Ben Spies punya pendapat yang berbeda. Penghuni baru di garasi tim pabrik Yamaha ini justru tetap optimistis mereka akan tetap tanggu  karena tampil dengan kekuatan sebagai sebuah tim yang utuh, tidak seperti yang terjadi ketika Rossi dan Jorge Lorenzo masih setim.

Memang, bukan rahasia lagi jika Rossi dan Lorenzo ”bermusuhan” meskipun sama-sama di tim Yamaha. Akibatnya, tak ada komunikasi di antara kedua kubu, bahkan didirikan sebuah tembok pemisah di garasi Yamaha sehingga mereka tidak bisa saling tukar informasi.

Nah, hal seperti itu tidak terjadi lagi sekarang setelah Spies dipromosikan dari tim Yamaha Tech 3 untuk menggantikan kedudukan Rossi. Yamaha kini lebih utuh sebagai sebuah tim karena dua pebalapnya bisa bekerja sama dengan baik untuk mengembangkan mesin YZR-M1. Inilah yang membuat Spies, mantan juara dunia World Superbike, cukup yakin Yamaha bisa meraih kesuksesan keempat secara berturut-turut meskipun tanpa Rossi.

”Saya pikir, tim ini sekarang sudah sedikit lebih berbeda dibandingkan dengan tahun lalu dan akan ada banyak kerja sama tim untuk pengembangan dan itu hal yang penting. Saya sudah pernah mengatakan itu kepada Lorenzo dan saya sangat yakin dia terbuka dengan hal tersebut.”

”Di lintasan, dia adalah orang pertama yang Anda ingin kalahkan, tetapi jika kami secara bersama-sama bisa membuat motor lebih baik, tentu saja lebih mudah membuat kami berada di depan. Kami perlu menemukan keseimbangan kerja sama untuk membuat motor lebih baik dan membuat balapan lebih keras,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan bos Lorenzo, Wilco Zeelenberg. Menurut pria asal Belanda tersebut, saat ini hubungan antara pebalapnya dan Spies jauh lebih harmonis. ”Pertarungan antara Jorge dan Valentino sangat besar. Mereka memang sangat saling menghormati, tetapi mereka juga ingin saling mengalahkan dalam setiap aspek, tidak hanya di trek. Itulah perbedaannya dengan sekarang,” ujarnya.

”Tidak ada persoalan antara kru Jorge dan kru Valentino. Tetapi sekarang, Miyo (Massimo Meregalli, manajer tim Spies) dan saya, kami lebih Yamaha dan kami tidak Jorge atau Ben. Jika Jorge tidak menang, saya ingin melihat Ben yang menang,” ucapnya.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Sumber: