Selasa, 30 September 2014

News / Olahraga

Djarum Sirnas Regional VI Piala Gubernur Sumut Open 2010

Tetap Panas Tanpa Pemain Pelatnas

Minggu, 24 Oktober 2010 | 15:21 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Kompetisi Djarum Sirkuit Nasional Regional VI Piala Gubernur Sumut Open 2010 akan digelar di Medan pada 26-30 Oktober. Pada kejuaraan yang juga didukung Flypower itu, jumlah peserta yang akan tampil lebih dari 850 pemain dari 85 klub yang mewakili 13 provinsi. Jumlah partai yang dipertandingkan 798 partai.

Karena jumlah pesertanya sangat banyak, kejuaraan ini digelar di dua GOR, yaitu GOR PBSI Sumut dan GOR Samrok. Total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 165 juta.

Namun sayangnya, para pemain Pelatnas Pratama, yang pada seri-seri berikutnya ambil bagian, kali ini absen. Meskipun tanpa pemain pelatnas, persaingan tetap panas karena kejuaraan ini tetap diikuti jago-jago lainnya, seperti para mantan pemain pelatnas yang masih sering merebut gelar juara, misalnya pemain PB Djarum, Maria Christina Elfira, dan pemain Suryanaga Jaya Raya, Fauzi Adnan. Selain para pemain Indonesia, pemain luar negeri juga diundang dalam kejuaraan tersebut. Kali ini, negeri jiran, Malaysia, akan ikut ambil bagian dengan menurunkan beberapa pemainnya.

Maria merebut gelar juara pada penyelenggaraan sebelumnya di Surabaya. Sementara itu, Fauzi, yang pada musim lalu panen gelar juara, harus puas sebagai runner up di hadapan pendukungnya sendiri. "Tanpa pemain pelatnas Pratama, pertandingan tetap akan panas dan ramai sebab pemain-pemain di luar pelatnas juga bagus-bagus kualitasnya, tidak kalah dari pelatnas, seperti Ayu Wanda, Melicia Kurniawan," kata Maria, yang menargetkan juara di Medan.

Maria, yang kini juga menjadi asisten pelatih ini mengatakan, ketiadaan pemain tidak akan mengurangi mutu kejuaraan. "Sama sekali tidak sebab pemain-pemain di luar pelatnas justru lebih sering mendominasi gelar juara. Banyak mantan pemain pelatnas yang hadir di setiap kejuaraan," ujar mantan pemain pelatnas Cipayung yang juga akan bermain di ganda campuran bersama Rendra Wijaya ini. Dia justru berharap akan muncul bibit baru yang nantinya akan menghuni pelatnas dari kejuaraan seperti ini.

Senada dengan Maria, Sekretaris Panitia H Syari Arwansyah mengatakan, tanpa pemain pelatnas, kejuaraan ini tetap menghadirkan aroma persaingan yang sangat kental. Selain itu, bagi Sumut sendiri, kejuaraan itu akan digunakan sebagai ajang untuk mencari pemain yang akan diterjunkan di Porwil dan PON mendatang. "Untuk mencari tim bayangan tim Porwil dan PON," katanya. Dia juga berharap dari turnamen ini akan lahir banyak pemain bintang masa depan Indonesia. "Tentu saja, kami sebagai orang Sumut ingin ada bibit unggul dari wilayah kami," harapnya.

Menurut Kepala Bidang Turnamen dan Perwasitan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Mimi Irawan, para pemain elatnas Pratama absen karena memang tidak ada program pengiriman atlet ke Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) di Medan. "Dari bidang pembinaan mengatakan bahwa memang tidak ada program ke Medan. Meskipun tanpa pemain pelatnas, kejuaraan ini tetap menarik dan persaingan akan tetap ketat. Para pemain di luar pelatnas tidak kalah kualitasnya," kata Mimi.

Mimi juga berharap, kejuaraan Djarum Sirnas di Medan akan melahirkan banyak pemain muda berbakat dari wilayah Sumatera. "Kita tentu tidak mau Indonesia kehilangan pemain masa depan. Semoga dari kejuaraan ini akan lahir bibit-bibit unggul masa depan," tambah Mimi.

Senada dengan Mimi, perwakilan dari PT Djarum, Roland Halim berharap kejuaraan ini akan muncul generasi penerus yang hebat, khususnya dari wilayah Sumatera. Menurutnya, kejuaraan ini tidak saja mencari juara, tetapi juga mencari bibit-bibit unggul masa mendatang. "Tentu saya gembira bila daerah-daerah luar Jawa bisa melahirkan banyak pemain hebat," katanya. Roland juga gembira menjadi bagian dari kejuaraan ini. "Kami gembira karena dapat berpartisipasi di kejuaraan ini. Ini komitmen kami dalam usaha memajukan bulu tangkis Indonesia. Kami akan terus mendukung perkembangan bulu tangkis Indonesia," kata Roland.

Kompetisi yang menyediakan total hadiah lebih dari Rp 1,4 miliar tersebut menerapkan sistem skor yang bisa diakses secara real time yang diberi nama Djarum Online ScoreTM (DOS).

Turnamen Super Series dan Kejuaraan Dunia sudah menerapkan turnamen ini. DOS menampilkan poin-poin pertandingan secara real time. Pengakses situs dapat memilih laga yang diinginkan dari beberapa lapangan yang sedang digunakan untuk bertanding. Mereka pun dapat melihat posisi pemain yang sedang bertanding. Melalui website www.djarumsuper.com, pencinta bulutangkis yang tidak menyaksikan langsung tetap dapat merasakan ketatnya atmosfer persaingan di lapangan.

Menurut Mimi, sistem baru tersebut sangat membantu jalannya pertandingan karena lebih efektif dan efisien. Sistem itu telah diujicobakan di delapan Djarum Sirnas sebelumnya, yaitu di Balikpapan, Manado, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Tegal, Bali, dan Surabaya.


Editor : A. Tjahjo Sasongko