Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 04:25 WIB
Kecelakaan Maut Moto2
De Angelis: Saya Sangat Terpukul
Aloysius Gonsaga AE | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Senin, 6 September 2010 | 19:02 WIB
|
Share:
AFP/ANDREAS SOLARO Shoya Tomizawa ditandu oleh tim medis Sirkuit Misano. Nyawa Tomizawa tak tertolong.

MISANO, Kompas.com - Alex de Angelis mengaku, dirinya "benar-benar hancur" setelah terlibat dalam kecelakaan yang mencabut nyawa Shoya Tomizawa, saat balapan Moto2 di Sirkuit Misano, San Marino, Minggu (5/9/10).

De Angelis dan Scott Redding tak bisa berbuat apa-apa ketika Tomizawa jatuh di awal balapan GP San Marino tersebut. Karena berada persis di belakangnya, dua pebalap ini tak bisa menghindar dan menggilas pebalap Jepang berusia 19 tahun tersebut.

"Saya sangat terpukul dengan apa yang terjadi pada Shoya," demikian pernyataan de Angelis.

"Saya ikut sedih untuk keluarganya dan orang-orang yang mencintainya," tambah de Angelis, yang mengatakannya usai balapan, yang dipublikasikan sebelum ada konfirmasi Tomizawa meninggal dunia.

"Perihal balapan, saya memberikan pernyataan segera setelah kecelakaan, ketika saya belum tahu seberapa serius cederanya, dan saat itu saya tidak mengatakan apapun; dalam kondisi seperti ini, semuanya masih kabur."

Sebenarnya, baik de Angelis maupun Redding tak perlu merasa sangat bersalah, karena kecelakaan tersebut yang akhirnya mencabut nyawa Tomizawa, tak bisa dihindarkan. Hal itu diakui pula oleh Suter Racing, tim yang diperkuat pebalap Jepang tersebut.

"Saya juga minta maaf untuk de Angelis dan pebalap kami Scott Redding," ujar CEO tim Suter Racing, Eskil Suter. "Setelah ada dugaan awal patah tulang pinggul, ternyata Scott tidak cedera serius," jelas Suter yang menambahkan, timnya juga terpukul atas meninggalnya Tomizawa.

"Shoya sudah lebih dari seorang teman. Dia sudah seperti sebuah anggota keluarga," ungkap Suter. "Dia dicintai oleh semua orang di paddock dan saya juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarganya dan timnya, yang pasti merasa kehilangan."

Sumber :