AFP/ANDREAS SOLARO
Valentino Rossi
MISANO, Kompas.com — Valentino Rossi mengakui, tabrakan fatal yang merenggut nyawa Shoya Tomizawa saat balapan Moto2 di Misano, Minggu (5/9/2010), merupakan kecelakaan yang tak bisa dihindari. "The Doctor" menambahkan, hal seperti itu tidak bisa diatur dan sulit untuk mencegahnya.
Tomizawa mengalami cedera serius karena ketika jatuh dihantam secara beruntun oleh Alex de Angelis dan Scott Redding. Meskipun sudah dibawa ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong lagi. Hanya berselang dua jam setelah peristiwa naas itu, pebalap berusia 19 tahun tersebut meninggal dunia di rumah sakit.
Rossi mengatakan, kecelakaan yang menimpa Tomizawa merupakan kasus terburuk bahwa peraturan dan safety tidak bisa melindungi pebalap. "Tentang safety, hal itu sudah banyak bekerja, tetapi untuk yang ini merupakan hal terburuk, yang terjadi di olahraga kami—Anda kecelakaan, Anda masih di dalam trek dan motor-motor lain berada di belakang," ujar juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut.
"Juga, dalam sebuah kecepatan, tikungan yang cepat seperti ini biasanya jika kamu jatuh, kamu pasti terlempar jauh ke luar karena kecepatannya tinggi. Sayang, Tomizawa jatuh tetapi tidak terlempar, dia masih di atas motor dan di dalam trek. Para pebalap lain berada terlalu dekat untuk mencoba melakukan sesuatu."
"Tetapi saya pikir, dengan kecelakaan seperti ini sangat bagus juga bahwa de Angelis dan Redding baik-baik saja."
Berhubungan dengan kecelakaan ini, Rossi, yang musim depan akan memperkuat Ducati, menegaskan bahwa tak perlu ada "perubahan besar" di Sirkuit Misano. Pasalnya, sirkuit tersebut sudah aman seperti trek lainnya.
"Misano merupakan trek yang aman seperti trek-trek lain. Tomizawa tidak menabrak tembok atau bagian-bagian lain di trek."
Juara dunia sembilan kali balap motor ini juga menambahkan, baik Redding maupun de Angelis tak perlu merasa takut dan bersalah karena kecelakaan tersebut. "Untuk de Angelis, juga Redding, tidak bisa bertanggung jawab karena dalam kecepatan 230 km/jam, ketika motor lain di depan jatuh, maka tidak ada hal yang bisa dilakukan. Mereka hanya berada di tempat dan waktu yang salah," tegas pebalap berusia 31 tahun kelahiran Urbino, Italia, ini.

Gillardino Ingin Bela Italia di Piala Eropa
Penyerang Genoa, Alberto GIlardino, menyatakan keinginannya kembali membela timnas Italia di Piala Eropa 2012.

