Tokyo, Kompas -
Tiga dari enam karateka kumite Indonesia tak dapat mengikuti sesi latihan terakhir itu. Mereka adalah Umar Syarief, yang mengalami cedera pecak jaringan kulit dalam mulut bagian kanan; Tantri Widyasari, cedera lutut kaki kiri; dan Martinel Prihastuti, yang sudah tak tampak sejak tiga hari terakhir karena cedera otot tulang punggung.
Sementara Yolanda Asmuruf, Donny Dharmawan, dan Djintar Simanjuntak masih tetap latihan bersama karateka Jepang yang merupakan juara-juara dunia. Begitu juga dengan Dewi Yulianti dan Faizal Zainuddin untuk kategori kata.
”Sekalipun Umar dan Tantri tak ikut latihan, melihat metode pelatihan Hideo Yamamoto, yang juga Pelatih Kepala Federasi Karate Jepang (JKF), berikut sensei lainnya diharapkan mereka dapat mempraktikkannya kelak, guna mengasah diri dalam sisa waktu dua bulan menjelang Asian Games,” tegas Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Hendardji Soepandji.
Hendardji dan GA Pesik, Koordinator Staf Khusus PB Forki, Minggu, sudah meninggalkan Tokyo menuju Tanah Air. Hendardji mengingatkan agar para karateka memanfaatkan setiap detail latihan yang diperoleh
”Tentu tidak hanya ketika kalian berlatih bersama, tetapi ketika berlatih di dojo lainnya selama berada di sini. Termasuk bersama karateka nasional Jepang yang kuliah di Universitas Teikyo nanti,” katanya.
”Kedatangan mereka ke Tokyo merupakan salah satu pemusatan latihan nasional yang dilakukan JKF untuk mempersiapkan mereka ke Kejuaraan Dunia Karate di Beograd, Oktober mendatang,” tegas Direktur JKF Shigeo Kurihara.
Kurihara menambahkan, menjelang keberangkatan ke Beograd, JKF akan mengumpulkan mereka kembali. ”Kami berharap karateka Indonesia mampu mengambil pelajaran dari sini. Kemajuan hanya bisa diperoleh bila karateka disiplin dalam mendadar diri, baik untuk meningkatkan ketahanan fisik maupun menambah kemantapan teknik dasarnya,” tegas Yamamoto.
Menurut manajer karate Indonesia ke Asian Games, Djafar Djantang, sesuai dengan jadwal, Senin ini kedelapan karateka Pelatnas Asian Games XVI-Guangzhou tersebut akan beristirahat penuh untuk melakukan penyembuhan bagi mereka yang cedera.
Pada hari Selasa dan Rabu, mereka direncanakan bakal berlatih bersama sejumlah karateka nasional Jepang yang berada di Universitas Teikyo atau di Dojo Nasional Jepang. (Korano Nicolas LMS


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.
