JAKARTA , KOMPAS.com - Harapan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) untuk mengirim atletnya di nomor perahu naga dan kano menjalani try out ke luar negeri terpaksa gagal. Pasalnya, visa yang belum juga rampung menjadi kendala.
Untuk nomor perahu naga, uji coba yang batal diikuti adalah Kejuaraan Dunia di Hongaria pada 23 Agustus mendatang. Sebelumnya, atlet kano juga telah batal melakukan uji coba di Polandia, 19 Agustus lalu.
Mepetnya waktu pembuatan visa, menjadi penyebab urung berangkatnya tim yang diproyeksikan bisa menyumbangkan medali di Asian Games itu. Seperti yang diungkapkan manajer timnas Asian Games XVI/2010 untuk cabor dayung, Mardinal di Jakarta, Jumat (20/8/2010).
"Kami akui, waktu kami mengajukan visa memang terbilang sangat mepet. Makanya, visanya juga tidak keluar," kata Mardinal.
Pembatalan ini pun berdampak langsung terhadap agenda promosi dan degradasi (prodeg) yang akan dilakukan oleh PB PODSI. Pasalnya, sejak awal, uji coba ke luar negeri ini menjadi tolak ukur prestasi atlet-atlet yang diproyeksikan tampil di Asian Games 2010 di Guangzhou, China, November mendatang. Khususnya, di nomor dragon boat, yang hingga saat ini pelatnasnya masih diperkuat oleh 52 atlet.
"Padahal yang kami butuhkan hanya 44 atlet saja. Karena itu, kami belum bisa melakukan promdeg-nya sekarang," lanjutnya.
Mengatasi hal ini, PB PODSI pun berencana mengganti try out yang tertunda dengan mengikuti Kejuaraan Korea Open bulan September mendatang.
"Anak-anak tetap harus melakukan uji coba karena memang sudah waktunya. Karena kalau tidak uji coba, kami malah mengkhawatirkan kondisi psikologis mereka. Sebab, mereka sudah latihan, dan peak nya sudah didapatkan, tahu-tahu tidak try out. Kan kasihan," pungkas Mardinal.


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.
