JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah berlaga di kejuaraan Korea Terbuka, Pengurus Besar Federasi Karate-Do Indonesia (PB FORKI) akan kembali mengirimkan atletnya berangkat ke Jepang, 12-31 Agustus mendatang, untuk menjalani training camp jelang Asian Games XVI.
Menurut manajer tim nasional, Djaffar Djantang, keberangkatan kali ini sebagai persiapan Asian Games tidak hanya menitikberatkan pada teknik serangan para karateka. "Di sana, kami akan lebih menekankan kepada kombinasi antara serangan dan teknik yang sudah dimiliki," kata Djafar yang ditemui di kantornya, Senin (9/10/2010).
Tujuannya tak lain demi memaksimalkan performa dan mewujudkan target satu medali emas di ajang Asian Games 2010, November mendatang. Mengingat, Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki budaya kuat pada cabang olahraga beladiri ini. Demikian juga Iran, negara ini banyak mendominasi prestasi di beberapa kejuaraan dunia.
Try out kali ini akan terbagi menjadi dua tempat, yakni, "Pertama, Japan Karate-Do Shoto dan Tokyo University. Tapi itu belum final karena kami masih merencanakan satu tempat lagi. Kalau memang bisa, anak-anak akan training camp di pusat latihan Gojukai," katanya.
Mereka yang akan bertolak ke Jepang adalah Faisal Zainuddin (kata perorangan), Donny Darmawan (-60 kg), Jintar Simanjuntak (-67), dan Umar Syarief (+84). Adapun untuk kategori putri terjadi perubahan nama. Telly Melinda digantikan oleh Martinel Prihastuti (-50) lantaran kalah dalam seleksi nasional yang digelar beberapa waktu lalu. Sisanya diisi oleh Tantri Widiasari (-61 kg), Yolanda Asmoruf (-68), dan Dewi Yulianti (kata perorangan).
"Kami sadar betul bahwa persaingan kian ketat. Jepang dan Iran merupakan lawan paling berat di Asian Games nanti. Bahkan, pada Kejuaraan Asia di Hongkong lalu, karateka-karateka kita dikalahkan semua oleh Iran," ia menjelaskan.
Selain ke Jepang, timnas karate juga akan menjajal kemampuannya pada Indonesia Open, 24-26 September mendatang. Pada kejuaraan ini pula akan ditentukan siapa yang nantinya akan tampil pada Asian Games 2010. "Ini karena kami menginginkan agar mereka benar-benar dalam kondisi siap. Jadi, persaingan masih akan sangat ketat," tandas Djaffar.


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.
