Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 03:57 WIB
Tim Karate Putri Masih Labil
| Selasa, 27 Juli 2010 | 04:20 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Hingga saat ini, tim karate putri Indonesia untuk Asian Games XVI-2010 Guangzhou, China, masih labil. Dari dua perhelatan besar yang ada di dalam agenda Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia, pemenangnya masih berubah-ubah.

”Hal utama yang menjadi penyebab kelabilan adalah terutama karena keterlambatan dalam melakukan regenerasi karateka putri pada 2009,” kata Ketua Umum PB FORKI Hendardji Soepandji.

Hendardji ditemui wartawan seusai menyaksikan pelaksanaan seleksi nasional karate yang diikuti 77 karateka, Senin (26/7) kemarin di Hall C Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Sebagai salah satu contoh, yaitu Telly Melinda, juara pertama kelas -50 kilogram putri Piala KSAD yang merupakan penghuni pemusatan latihan nasional untuk Asian Games XVI-2010 Guangzhou.

Ternyata, saat tampil dalam seleksi kemarin, di mana semua peserta saling bertarung, Telly hanya menjadi juara kedua. Juara pertama justru Martinel Prihastuti, juara ketiga di Piala KSAD. Sistem itu juga dipakai di Piala KSAD.

Selain karateka peserta pelatnas Asian Games dan pelatnas SEA Games, seleksi sehari tersebut juga diikuti juara pertama, kedua, dan ketiga Piala KSAD.

Tiga rekan Telly di pelatnas Asian Games, yaitu Tantri Widyasari (kelas -61 kilogram), Yolanda Asmuruf (-68 kilogram), dan Dewa Yulianti, untuk kata perseorangan putri masih tetap menjadi raja pada kelas mereka.

Akibat masih labil, kata Hendardji, pembentukan tim inti Indonesia untuk Asian Games XVI-2010 Guangzhou masih bakal ditetapkan seusai Indonesia Open, 24-26 September di Bali.

Delapan nomor

Sesuai kuota Asian Games XVI-2010 Guangzhou yang berlangsung 12-27 November nanti, Indonesia hanya akan mengikuti delapan nomor saja, yakni empat nomor putra, di mana masing-masing terdiri dari tiga untuk kumite dan satu untuk kata perseorangan. Begitu juga dengan empat nomor di putri.

”Berbeda dengan tim karate putri. Untuk tim putra

Asian Games, mereka sudah jauh lebih stabil,” kata Hendadji.

Keempat karateka tersebut, yaitu Donny Dharmawan (-60 kilogram), Jintar Simanjuntak (-67 kilogram), Umar Syarief (+84 kilogram), serta Faizal Zainuddin untuk kata perseorangan, yang tetap keluar sebagai juara pertama pada seleksi nasional.

”Selain menunggu pelaksanaan Indonesia Open 2010 nanti, mulai 12-31 Agustus karateka pelatnas Asian Games akan mengikuti pemusatan latihan di Jepang,” ujarnya.

”Di samping berlatih, mereka juga bakal mengikuti sejumlah kejuaraan di Jepang. Dengan didadar di perguruan induk mereka di Jepang, saya harap mereka sudah jauh lebih siap secara teknik dan fisiknya,” kata Hendardji.

Juara pertama dan kedua Seleknas tersebut, langsung menjadi Tim A dan Tim B untuk Indonesia Open 2010 nanti. Awal Agustus ini mereka akan mengikuti kejuaraan yang bakal digelar Perguruan Gabdika, di Jakarta. Kejuaraan tersebut diikuti karateka dari 7 negara. (NIC)