Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:57 WIB
Jankovic Langsung Mencium Raket
A. Tjahjo Sasongko | cay | Senin, 22 Maret 2010 | 11:56 WIB
|
Share:

AFP/MATTHEW STOCKMAN
Jelena Jankovic

INDIAN WELLS, KOMPAS.com — Petenis Serbia, Jelena Jankovic, memenangi gelar ke-12 setelah meraih kemenangan 6-2, 6-4 atas unggulan kedua Caroline Wozniacki dari Denmark dalam turnamen WTA Indian Wells, Minggu (21/3/2010).
   
Unggulan keenam tersebut, yang bermain gemilang dari baseline, menggenapi kemenangan keempat berturut-turut atas petenis Denmark itu ketika pukulan forehand lawannya untuk mengembalikan servis terlalu panjang.
   
Jankovic (25) mencium raketnya sebelum mengangkat kedua tangan ke pipinya untuk mengungkapkan rasa lega sekaligus perayaan kemenangan sebelum melambaikan tangan kepada penonton di Indian Wells Tennis Garden.
   
"Ini adalah dua pekan yang hebat bagi saya, sungguh luar biasa," kata Jankovic yang berseri-seri di tepi lapangan. "Saya sangat gembira dan senang saya mampu memenangi gelar ini.
  

"Hari ini saya siap sejak awal. Saya tampil dengan sudah mengetahui rencana permainan saya, apa yang perlu saya lakukan. Saya ingin menjadi sangat agresif, tetapi pada saat yang sama sabar dan tidak terlalu banyak mengejar.
   
"Saya menanti kesempatan dan ketika saya mendapatkannya, saya memanfaatkannya," tambah petenis Serbia, mantan peringkat satu dunia yang tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhirnya melawan pemain-pemain 10 peringkat teratas. "Saya telah menyelesaikan pekerjaan besar hari ini."
   
"Saya juga ingin memberi selamat Caroline karena membuat ini menjadi event yang besar dan juga mencapai nomor dua di dunia."
   
Petenis berusia 19 tahun, Wozniacki, finalis AS Terbuka tahun lalu, diperkirakan akan naik ke peringkat tertingginya sepanjang karier, peringkat dua, ketika ranking dunia diumumkan Senin.

Jankovic diperkirakan akan naik ke posisi delapan ketika peringkat dunia diumumkan, tetapi ia memilih untuk memandang jauh ke depan. "Saya ingin memainkan tenis yang bagus dan melakukan hal-hal yang benar," katanya. "Jika saya melakukan itu, saya akan memenangi gelar besar dan peringkat akan datang dengan sendirinya.

Sumber :
ANT, AFP

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE