Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:59 WIB
Skandal Doping Agassi Bakal Ditutup
Angelina Merlyana Ladjar | lou | Kamis, 18 Maret 2010 | 20:36 WIB
|
Share:

ROMA, KOMPAS.com - Presiden Federasi Tenis Internasional Francesco Ricci Bitti mengungkapkan skandal penggunaan obat terlarang milik petenis tersohor, Andre Agassi, kemungkinan akan ditutup.

Meskipun telah terbit surat dari World Anti-Doping Agency (WADA) dan terbukti melanggar ketentuan, kasus Agassi tetap tidak bisa diproses. Pasalnya, undang-undang tersebut memiliki batas waktu tertentu dan apa yang dilakukan Agassi di masa lalu (1997) dinilai sudah kadaluarsa.

Dalam autobiografi bertajuk, "Open", Agassi mengaku bahwa ia pernah mengonsunsi obat terlarang jenis meth kristal pada tahun 1997 dan kemudian berbohong kepada ATP untuk menghindari suspensi setelah gagal dalam tes doping.

"ATP adalah satu-satunya badan yang bisa menjelaskan apa terjadi, tapi terlambat," kata Ricci.

"WADA tidak berhasil meminta informasi dari ATP. Sebagai anggota Komite eksekutif WADA, saya sangat kecewa bahwa Agassi -icon tenis yang sedemikian besar - memutuskan untuk melakukan hal ini.

"Saya yakin dia (Andre Agassi) punya alasan, yang tidak mudah dimengerti. Ada banyak alasan yang tidak biasa yang menjadi penyebab. Namun, dari sudut pandang olahraga, hal tersebut sangat disayangkan. Saya pikir apa yang dia lakukan menyakiti dunia olahraga," papar Ricci.

Sumber :
AP

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE